
ThePhrase.id - Program Internet Rakyat (IRA) resmi memasuki tahap aktivasi mulai Januari 2026. Layanan ini menawarkan akses internet rumah berkecepatan tinggi dengan tarif terjangkau sebesar Rp100.000 per 30 hari, kuota unlimited, serta tanpa biaya pemasangan.
Mengusung konsep penyediaan internet rakyat dengan harga terjangkau, program ini menyasar rumah tangga yang membutuhkan koneksi stabil untuk mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, hingga hiburan digital sehari-hari.
Berdasarkan keterangan resmi pengelola, pengembangan dan aktivasi Internet Rakyat dilakukan secara bertahap melalui tiga fase utama.
Tahap pertama merupakan fase pra-registrasi yang berlangsung pada November hingga Desember 2025. Pada fase ini, masyarakat dapat mendaftarkan diri lebih awal guna mengamankan ketersediaan layanan Internet Rakyat di wilayah tempat tinggal masing-masing.
Tahap kedua adalah proses pembangunan jaringan serta instalasi layanan berbasis teknologi 5G Fixed Wireless Access atau FWA. Tahap ini dijadwalkan berlangsung mulai Desember 2025 hingga Juni 2026, dengan fokus pembangunan di wilayah Pulau Jawa, Maluku, dan Papua.
Selanjutnya, tahap ketiga mencakup proses komersialisasi layanan, distribusi perangkat pelanggan berupa modem atau CPE, serta aktivasi layanan. Tahap ini dilakukan secara bertahap mulai Januari hingga Juni 2026. Pelanggan yang telah terdaftar akan menerima modem di alamat masing-masing dan dapat langsung menggunakan layanan setelah jaringan di wilayahnya aktif.
Pendaftaran Internet Rakyat dilakukan secara daring melalui situs resmi pengelola. Berikut tahapan pendaftarannya:
Saat ini, Internet Rakyat hanya menyediakan satu paket layanan utama. Dengan biaya Rp100.000 per 30 hari yang sudah termasuk pajak, pelanggan akan memperoleh akses internet rumah berbasis teknologi 5G FWA dengan kecepatan hingga 100 Mbps.
Selain kuota unlimited, layanan ini juga menawarkan berbagai fasilitas tambahan, seperti gratis biaya langganan pada bulan pertama, gratis sewa modem selama masa berlangganan, serta tanpa biaya pemasangan. Modem yang digunakan mendukung sistem OpenWRT, dilengkapi antena omni 3,5 dBi, serta teknologi WiFi 5 2+2 atau AC1200.
Pada tahap awal implementasi tahun 2026, layanan Internet Rakyat belum tersedia secara nasional. Wilayah cakupan awal meliputi Pulau Jawa, Maluku, dan Papua. Pengelola menyebutkan perluasan jaringan akan dilakukan secara bertahap seiring dengan kesiapan infrastruktur di wilayah lainnya. [nadira]