
Thephrase.id - Laporan mengenai komunikasi antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelum keputusan kontroversial terkait Folarin Balogun diumumkan telah memunculkan pertanyaan baru mengenai proses pengambilan keputusan di Piala Dunia 2026.
Penyerang Timnas Amerika Serikat tersebut sebelumnya dipastikan absen menghadapi Timnas Belgia pada babak 16 besar setelah menerima kartu merah dalam kemenangan atas Timnas Bosnia dan Herzegovina.
Tetapi Komite Disiplin FIFA secara mengejutkan mengumumkan penangguhan pelaksanaan hukuman tersebut sehingga Balogun dapat kembali dimainkan.
Dalam keputusan yang diumumkan pada Minggu, 5 Juli 2026, FIFA menyatakan bahwa hukuman Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun.
Artinya pemain berusia 25 tahun itu tetap memiliki catatan kartu merah dan akan menjalani hukuman apabila kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keseriusan dalam periode tersebut.
Beberapa jam setelah keputusan itu diumumkan, The New York Times melaporkan bahwa Trump sebelumnya melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Infantino. Ia meminta Presiden FIFA tersebut meninjau ulang kartu merah yang diterima Balogun, dengan laporan tersebut mengutip tiga sumber yang mengetahui percakapan itu.
Laporan juga muncul dari The Guardian yang menyebut Trump melakukan tiga kali komunikasi dengan FIFA sejak Rabu, 1 Juli 2026, untuk mendorong perubahan keputusan, meskipun hingga kini FIFA belum memberikan komentar resmi mengenai berbagai laporan tersebut.
Hubungan dekat antara Trump dan Infantino kembali menjadi sorotan. Sebelumnya Presiden FIFA itu pernah memberikan FIFA Peace Prize perdana kepada Trump, sebuah penghargaan yang memicu perhatian dari sejumlah pengawas etika di Uni Eropa dan anggota Parlemen Eropa.
Balogun menerima kartu merah setelah wasit menilai tekel yang dilakukannya terhadap bek Timnas Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, sebagai pelanggaran serius.
Meskipun keputusan tersebut sejak awal memunculkan perdebatan dan dianggap terlalu berat oleh sejumlah pihak di Amerika Serikat.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membatalkan sebuah ketidakadilan besar," tulis Trump melalui Truth Social setelah FIFA mengumumkan penangguhan hukuman Balogun.
FIFA menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memungkinkan badan sepak bola dunia itu menangguhkan pelaksanaan sanksi disiplin.
Selama kasus tersebut tidak berkaitan dengan pengaturan pertandingan, sementara sebelumnya aturan yang sama pernah diterapkan kepada Cristiano Ronaldo sebelum Piala Dunia dimulai.
Federasi Sepak Bola Belgia menyatakan keterkejutannya terhadap keputusan tersebut. Federasi menegaskan bahwa regulasi resmi Piala Dunia secara eksplisit menyebut pemain yang menerima kartu merah harus menjalani skorsing otomatis pada pertandingan berikutnya, sehingga federasi itu menyatakan tengah mempelajari seluruh opsi yang tersedia.
"Saya tidak tahu bahwa tanggal 5 Juli di FIFA sama dengan tanggal 1 April. Saya pikir kami harus merujuk pada pernyataan federasi kami. Federasi tidak membela dirinya sendiri dan tidak membela tim nasional, tetapi membela sepak bola secara umum. Federasi membela integritas dan etika sepak bola," kata pelatih Timnas Belgia, Rudi Garcia.
Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, justru menyambut baik keputusan FIFA tersebut dan kembali menegaskan keyakinannya bahwa kartu merah yang diterima Balogun terlalu berat.
Sementara para pemain Timnas Amerika Serikat mengaku baru mengetahui kabar tersebut melalui media sosial ketika mereka sedang berada di dalam bus menuju sesi latihan terakhir sebelum menghadapi Timnas Belgia.