sport

IOC Longgarkan Sanksi, Rusia Selangkah Lagi Kembali ke Olimpiade 2028: Dunia Olahraga Terbelah

Penulis Ahmad Haidir
Jul 08, 2026
Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi mencabut penangguhan sementara terhadap Komite Olimpiade Rusia. Foto Olympics.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi mencabut penangguhan sementara terhadap Komite Olimpiade Rusia. Foto Olympics.

Thephrase.id - Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi mencabut penangguhan sementara terhadap Komite Olimpiade Rusia sehingga atlet-atlet Rusia kembali memiliki peluang bermain mewakili negaranya pada Olimpiade Los Angeles 2028 apabila memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk ketentuan mengenai kepatuhan terhadap aturan antidoping.

Penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia sebelumnya diberlakukan IOC pada 2023 sebagai respons atas invasi militer Rusia ke Ukraina.

Akan tetapi, badan olahraga dunia itu kini menyatakan sanksi tersebut sudah tidak lagi berlaku karena alasan yang menjadi dasar hukuman tersebut telah berubah.

Meski membuka peluang bagi atlet Rusia untuk kembali berkompetisi atas nama negaranya, IOC menyatakan hingga kini belum ada keputusan mengenai penggunaan bendera, warna kebangsaan, maupun lagu kebangsaan Rusia pada Olimpiade Los Angeles 2028.

Sementara kebijakan untuk tidak menggelar ajang IOC di Rusia serta tidak mengundang pejabat pemerintah Rusia dalam kegiatan resmi organisasi tetap dipertahankan.

Sebelumnya, sejumlah atlet Rusia telah bertanding sebagai atlet netral pada Olimpiade Paris 2024 maupun Olimpiade Musim Dingin Milan 2026. Total hanya 32 atlet dari Rusia dan Belarus yang mendapat status atlet netral di Paris sehingga mampu membawa pulang lima medali, jauh berbeda dibanding Olimpiade Tokyo 2020 ketika Rusia mengirim lebih dari 300 atlet dan meraih 71 medali.

"Pernyataan IOC mengirimkan sinyal yang jelas bahwa gerakan Olimpiade harus tetap bebas dari politik," tegas Menteri Olahraga Rusia, Mikhail Degtyarev, dilansir BBC, seraya menambahkan Rusia akan mengikuti babak kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

IOC menuturkan organisasinya tetap mengutuk keras invasi Rusia ke Ukraina, tetapi menilai hak seorang atlet untuk mengikuti kompetisi internasional tidak seharusnya dibatasi akibat keterlibatan pemerintah negaranya dalam perang atau konflik bersenjata.

Sikap IOC tersebut belum sepenuhnya diikuti federasi olahraga internasional lainnya karena World Athletics pada Mei lalu memutuskan menolak rekomendasi IOC untuk mencabut larangan terhadap atlet dan tim Belarus yang ingin tampil di bawah bendera negaranya.

Sedangkan FIFA menyatakan masih akan mempelajari keputusan IOC sebelum menentukan langkah berikutnya terkait larangan Rusia di kompetisi sepak bola internasional yang berlaku sejak Februari 2022.

"Ini adalah ketidakadilan yang sangat besar. Rasanya IOC meninggalkan kami dan tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi di negara kami," beber atlet skeleton Ukraina, Vladyslav Heraskevych, yang sebelumnya didiskualifikasi dari Olimpiade Musim Dingin 2026 akibat mengenakan helm dengan pesan mengenai Ukraina.

"Sikap pemerintah tetap konsisten bahwa negara Rusia tidak seharusnya diwakili dalam olahraga internasional selama invasi ilegal berskala penuh terhadap Ukraina masih berlangsung. Kami akan terus berdiri bersama Ukraina. Selain itu, pelanggaran Rusia terhadap aturan antidoping juga mencederai integritas keikutsertaan mereka pada ajang internasional. Atlet dari seluruh dunia harus dapat bertanding dengan keyakinan bahwa mereka berkompetisi dalam kondisi yang adil," ucap Menteri Kebudayaan Inggris, Lisa Nandy.

Keputusan IOC ini sebenarnya tidak sepenuhnya mengejutkan karena sejak Februari 2026 Presiden IOC, Kirsty Coventry, telah menekankan pentingnya menjaga olahraga sebagai ruang netral yang memungkinkan seluruh atlet bertanding tanpa dipengaruhi persoalan politik atau kebijakan pemerintah masing-masing.

Pernyataan saat itu dipandang sebagai sinyal bahwa organisasi tersebut tengah mempertimbangkan pencabutan sebagian sanksi terhadap Rusia.

Langkah menuju pemulihan status Rusia semakin terlihat setelah Komite Paralimpiade Internasional (IPC) pada Maret mengakhiri masa larangan panjang terhadap Rusia dengan mengizinkan atlet negara tersebut kembali bertanding di bawah bendera nasional pada Paralimpiade Musim Dingin untuk pertama kalinya sejak 2014, meski keputusan itu juga menuai kecaman dari Ukraina dan sejumlah negara Eropa.

IOC memastikan pencabutan penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia dilakukan karena persoalan hukum yang menjadi dasar sanksi sebelumnya dinilai sudah tidak lagi berlaku. Yakni terkait pengambilalihan organisasi olahraga di wilayah pendudukan Ukraina, sementara sejumlah pihak tetap menilai keputusan tersebut berpotensi memicu kontroversi karena dianggap dapat dimanfaatkan sebagai kemenangan politik bagi Rusia di tengah perang yang hingga kini masih berlangsung. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic