sportPiala Dunia 2026

Iran Meminta Laga Piala Dunia 2026 Dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko, FIFA Menolak Mentah-Mentah

Penulis Ahmad Haidir
Mar 19, 2026
Keinginan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 bertepuk sebelah tangan. Foto Instagram Timnas Iran.
Keinginan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 bertepuk sebelah tangan. Foto Instagram Timnas Iran.

Thephrase.id - FIFA tidak mempertimbangkan pemindahan lokasi pertandingan Timnas Iran di Piala Dunia 2026 ke Meksiko meski federasi sepak bola negara tersebut mengklaim tengah membuka komunikasi dengan badan sepak bola dunia terkait opsi tersebut di tengah situasi politik yang memanas.

Ketegangan mencuat setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa keikutsertaan Iran dinilai "tidak tepat" dengan alasan keselamatan, mengingat turnamen musim panas ini digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Pernyataan itu memicu respons dari Federasi Sepak Bola Iran yang menyebut adanya pembicaraan dengan FIFA untuk memindahkan laga mereka dari Los Angeles dan Seattle ke wilayah Meksiko demi menjamin keamanan para pemain.

Akan tetapi, informasi yang beredar menyebutkan bahwa tidak ada pembahasan resmi terkait proposal tersebut, dan skenario pemindahan dinilai tidak realistis karena tiket pertandingan sudah terjual serta berpotensi mengganggu jadwal dan kepentingan tim lain.

"Kami tidak akan pergi ke Amerika ketika Trump secara tegas menyatakan tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran," ujar Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dalam pernyataan yang diunggah melalui akun resmi Kedutaan Iran di Meksiko.

"Kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menggelar pertandingan Piala Dunia Iran di Meksiko," lanjutnya.

Timnas Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Selandia Baru dan Timnas Belgia di Los Angeles masing-masing pada 15 dan 21 Juni 2026, sebelum melakoni laga terakhir penyisihan grup melawan Timnas Mesir di Seattle pada 26 Juni 2026, dengan kemungkinan bertemu Timnas Amerika Serikat di babak gugur apabila skenario klasemen tertentu terjadi.

Kontroversi ini bermula dari unggahan Trump di platform Truth Social yang menyatakan bahwa Timnas Iran tetap diizinkan tampil, akan tetapi ia meragukan keputusan tersebut dengan alasan keselamatan, tanpa menjelaskan secara rinci apakah yang dimaksud adalah kondisi di Amerika Serikat atau di Iran.

Pernyataan itu muncul hanya dua hari setelah Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Timnas Iran tetap diterima untuk tampil di turnamen tersebut seusai pertemuannya dengan Trump.

Dalam perkembangan lain, konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan belum menunjukkan tanda mereda, bahkan setelah kabar tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan udara yang semakin memperuncing situasi.

Meksiko sempat disebut menawarkan diri sebagai tuan rumah alternatif untuk pertandingan Timnas Iran, tetapi proposal tersebut ditolak oleh FIFA yang tetap berpegang pada jadwal dan lokasi yang telah diumumkan sebelumnya.

Sementara itu, Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Windsor John, menyatakan bahwa hingga saat ini Timnas Iran tetap berencana berangkat ke Piala Dunia meski situasi yang melatarbelakanginya sarat emosi dan ketidakpastian.

"Ini adalah momen yang sangat emosional," ujar Windsor John.

"Banyak pihak menyampaikan berbagai hal, tetapi pada akhirnya federasi yang akan menentukan apakah mereka bermain atau tidak, dan sampai hari ini mereka menyampaikan kepada kami bahwa mereka akan pergi ke Piala Dunia," sambungnya.

"Mereka adalah anggota kami dan kami ingin mereka bermain, karena mereka lolos, sehingga kami berharap mereka dapat menyelesaikan masalah apa pun yang ada dan tetap berpartisipasi," tandasnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic