
Thephrase.id - Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menyatakan bahwa negaranya tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei oleh Amerika Serikat.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Donyamali melalui saluran televisi pemerintah Iran pada Rabu, 12 Maret 2026 sebagai bentuk protes keras terhadap tindakan militer Amerika Serikat.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pihak Iran mengingat Amerika Serikat merupakan salah satu tuan rumah turnamen, sementara seluruh jadwal pertandingan babak penyisihan Iran dialokasikan di kota-kota Negeri Paman Sam seperti Los Angeles dan Seattle.
"Mengingat rezim korup ini [AS] telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia," tegas Donyamali.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang pecah sejak 28 Februari tersebut dilaporkan telah merenggut 1.255 nyawa serta melukai lebih dari 12.000 orang lainnya.
Sebagai bentuk balasan atas serangan tersebut, pihak Tehran telah meluncurkan gelombang rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Donyamali menekankan bahwa faktor keamanan atlet menjadi prioritas utama sehingga pengiriman tim nasional ke wilayah lawan dianggap sebagai hal yang mustahil dilakukan saat ini.
"Anak-anak kami tidak aman dan, pada dasarnya, kondisi untuk berpartisipasi seperti itu tidak ada," beber Donyamali.
Ketegangan ini semakin memuncak karena Iran merasa telah dipaksa menghadapi peperangan selama berbulan-bulan yang mengakibatkan ribuan warga mereka gugur sebagai martir.
"Mengingat tindakan jahat yang mereka lakukan terhadap Iran, mereka telah memaksakan dua perang kepada kami selama delapan atau sembilan bulan dan telah membunuh serta memartirkan ribuan orang kami, oleh karena itu, kami tentu tidak dapat hadir di sana," ucap Donyamali.
Di sisi lain, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menyatakan bahwa kehadiran Iran sebenarnya disambut baik oleh Presiden AS Donald Trump setelah keduanya bertemu untuk membahas persiapan turnamen.
Infantino melalui unggahan di media sosial pribadinya menyebutkan bahwa sepak bola seharusnya menjadi alat pemersatu dunia, terlepas dari situasi geopolitik yang sedang memanas di Timur Tengah.
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran, tentu saja, dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat," tulis Infantino.
Meskipun Iran merupakan negara pertama yang mengamankan kualifikasi untuk putaran final ini, keputusan boikot dari pihak kementerian tampaknya telah menutup pintu bagi partisipasi.
Hingga saat ini, FIFA belum memberikan pernyataan resmi mengenai negara mana yang akan menggantikan posisi Iran di Grup G jika pengunduran diri tersebut diproses secara administratif.