trending

Iran Tegaskan Selat Hormuz Terbuka untuk Semua kecuali AS dan Sekutunya

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 15, 2026
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (Foto: X/araghchi)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. (Foto: X/araghchi)

ThePhrase.id - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua negara kecuali untuk Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya.

"Selat Hormuz terbuka. Selat itu hanya ditutup untuk kapal tanker dan kapal milik musuh-musuh kita, untuk mereka yang menyerang kami dan sekutu mereka. Yang lain bebas melintas," kata Araghchi kepada penyiar MS Now, Sabtu (14/3), melansir Antara.

Ia menambahkan bahwa kekhawatiran negara-negara soal keselamatan pelayaran di Selat Hormuz "tidak ada kaitannya" dengan Iran.

Pernyataan Menlu Iran mulai terbukti. Dua kapal tanker berbendera India dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz setelah Iran memberikan izin khusus. Melansir Aljazeera, Minggu (15/3/2026), kedua kapal tersebut mengangkut LPG dan saat ini tengah menuju pelabuhan di wilayah barat India setelah melewati jalur laut strategis itu dengan aman.

“Mereka melintasi Selat Hormuz pada pagi hari dengan selamat dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju India,” kata Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan, Pelayaran, dan Perairan India, Rajesh Kumar Sinha, dalam konferensi pers di New Delhi.

Seorang pejabat senior mengatakan Iran mempertimbangkan mengizinkan sejumlah kecil kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz dengan syarat kargo minyak tersebut diperdagangkan dalam yuan China.

Iran juga dilaporkan telah mengirim 11,7 juta barel minyak mentah ke China melalui Selat Hormuz di tengah perang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Iran telah mengirimkan setidaknya 11,7 juta barel minyak mentah melalui Selat Hormuz sejak perang dimulai pada 28 Februari, yang semuanya ditujukan ke China," ujar Co-founder TankerTrackers.com Samir Madani melansir CNBC.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada China dan Prancis, hingga negara-negara lainnya untuk mengirimkan kapal tempur mereka ke Selat Hormuz demi memastikan tetap terbukanya perairan tersebut untuk pelayaran internasional.

"Saya harap China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan lainnya yang terdampak pembatasan artifisial ini akan mengirimkan kapal mereka ke sana sehingga Selat Hormuz tak akan lagi menjadi ancaman bagi sebuah negara yang telah sepenuhnya dihancurkan," kata Trump melalui Truth Social.

Trump juga bersumpah akan terus menjatuhkan bom di pesisir Iran dan "terus-menerus menembaki kapal-kapal dan perahu-perahu Iran". Ia mengatakan hal tersebut dilakukan AS demi menjamin pelayaran yang aman dan bebas di Selat Hormuz.

Sejak serangan Amerika dan Israel pada 28 Februari 2026, pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Selat ini merupakan jalur utama untuk memasok minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, yang mencakup sekitar 20 persen perdagangan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic