
Thephrase.id - Tidak semua legenda sepak bola pernah merasakan atmosfer Piala Dunia, meskipun mereka memiliki karier gemilang di level klub dan tim nasional yang membuktikan kualitas mereka di panggung tertinggi olahraga ini.
Faktor seperti kekuatan tim nasional yang terbatas, cedera, hingga kegagalan tipis dalam fase kualifikasi menjadi penghalang bagi sejumlah pemain besar untuk tampil di turnamen paling prestisius tersebut.
Turnamen seperti Liga Champipns memang mempertemukan para pemain terbaik dunia dalam persaingan klub, tetapi trofi dengan julukan "Kuping Besar" itu sering kali masih kalah prestise dibandingkan impian mengangkat trofi Piala Dunia.
Piala Dunia tetap berdiri sebagai kompetisi paling ikonik dalam sepak bola karena menggabungkan aspek olahraga, identitas nasional, dan momen global yang hanya hadir setiap empat tahun sekali.
Akan tetapi, sejarah mencatat bahwa sejumlah pemain legendaris tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk sekadar tampil, apalagi bersinar, di turnamen tersebut akibat situasi yang berada di luar kendali mereka.
Salah satu nama yang kerap disebut adalah Abedi Pele, gelandang kreatif Ghana yang mencatat 73 penampilan dan 33 gol untuk negaranya dalam rentang karier internasional selama 16 tahun.
Pemenang tiga kali penghargaan Pemain Terbaik Afrika itu menjadi bagian penting saat Ghana menjuarai Piala Afrika 1982, tetapi tidak pernah merasakan atmosfer Piala Dunia sepanjang kariernya.
Nama lain yang tak kalah besar adalah Eric Cantona, penyerang karismatik yang dikenal luas sebagai salah satu ikon era awal Liga Inggris modern.

Karier internasional Cantona bersama Timnas Prancis berjalan tidak mulus karena kombinasi faktor disiplin, karakter kuat, dan masa transisi sepak bola Prancis dari era Michel Platini menuju Zinedine Zidane.
Sementara itu, Ryan Giggs menjalani karier penuh trofi bersama Manchester United, tetapi gagal membawa Timnas Wales lolos ke Piala Dunia meski telah mencatat 64 caps dan 12 gol.
Kisah serupa juga dialami George Weah, yang meraih Ballon d'Or pada 1995 saat membela AC Milan, namun tidak pernah tampil di Piala Dunia sebelum kemudian menjadi Presiden Liberia pada 2017.
Legenda lain, George Best, mencatat 37 caps dan sembilan gol untuk Timnas Irlandia Utara serta meraih Ballon d'Or 1968, tetapi tidak pernah tampil di turnamen tersebut sepanjang kariernya.
Nama besar berikutnya adalah Alfredo Di Stefano, sosok penting dalam sejarah Real Madrid yang gagal tampil di Piala Dunia karena cedera menjelang edisi 1962 setelah berganti kewarganegaraan ke Spanyol.
Terakhir, Ian Rush yang dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool juga tidak pernah merasakan Piala Dunia karena Timnas Wales kesulitan menembus babak kualifikasi selama eranya.