figure

Irvan Helmi, Sosok di Balik Anomali Coffee yang Masuk Daftar Top 100 Coffee Shops in the World

Penulis Firda Ayu
Feb 08, 2026
Tangkapan Layar Youtube Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Foto: youtube.com/@ekrafRI)
Tangkapan Layar Youtube Kementerian Ekonomi Kreatif RI (Foto: youtube.com/@ekrafRI)

ThePhrase.id – Kopi kini telah masuk menjadi bagian dari gaya hidup, terutama bagi generasi muda. Bagi Irvan Helmi, Co-Founder Anomali Coffee, kopi bukan hanya gaya hidup tapi justru menjadi salah satu titik balik perjalanan kariernya.

Melalui LinkedIn pribadinya, Irvan Helmi merupakan seorang lulusan ilmu komputer di Universitas Indonesia. Uniknya, ia terjun dan menjadi salah satu tokoh penting di balik berkembangnya industri specialty coffee di Indonesia. 

Yuk simak perjalanan Irvan menyelami dunia kopi, dilansir dari berbagai sumber berikut ini.

Nama Irvan Helmi dikenal luas sebagai salah satu pendiri Anomali Coffee, jaringan kedai kopi yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Tak hanya dikenal akan kopinya yang nikmat, Irvan mendirikan Anomali Coffee dengan misi untuk mengangkat kualitas dan martabat kopi nusantara dari hulu ke hilir.

Jiwa wirausaha Irvan Helmi muncul sejak ia masih di bangku kuliah. Awalnya, Irvan mencoba berjualan sop buntut menggunakan resep sang nenek. Dengan modal secukupnya, ia mencoba berjualan sambil tetap kuliah. Sayangnya, bisnis ini tidak ia lanjutkan karena ia merasa kurang menikmati prosesnya.

Irvan Helmi  Sosok di Balik Anomali Coffee yang Masuk Daftar Top 100 Coffee Shops in the World
Irvan Helmi (Foto: instagram.com/irvanhelmi)

Saat tengah menyelesaikan skripsinya, ada satu kebiasaan kecil yang perlahan mengubah arah hidupnya. Saat bekerja di depan layar berjam-jam, ia kerap ditemani oleh secangkir kopi untuk menjaga fokus.

Dari sekadar teman kerja, Irvan mulai penasaran dengan rasa, proses sangrai, hingga asal-usul kopi dari hulu ke hilir. Hal ini membawa Irvan bersama sahabat lamanya, Muhammad Abgari atau Agam, sering berdiskusi panjang soal kopi. 

Keduanya sama-sama bukan berlatar belakang kuliner, Agam merupakan lulusan teknik mesin, sementara Irvan punya latar belakang ilmu komputer. Dari sinilah lahir nama Anomali. Pada 27 Agustus 2007, dengan tabungan seadanya dan keberanian melawan arus, kedai pertama Anomali Coffee resmi berdiri. 

Baik Irvan maupun Agam belajar otodidak dari berbagai sumber serta bereksperimen memanggang biji kopi sendiri. Serius, keduanya bahkan mengimpor mesin kopi dan roaster langsung dari Turki. Lewat Anomali, Irvan ingin menyajikan kopi asli Indonesia dengan standar specialty.

Sejak awal Anomali Coffee didirikan, Irvan menaruh perhatian pada seluruh rantai pasok, dari petani hingga penikmat. Ia menghadirkan biji kopi unggulan Indonesia dari berbagai daerah, seperti Aceh Gayo, Toraja, Bajawa, hingga Liberica Pontianak, yang masing-masing memiliki karakter rasa unik.

Kerja keras keduanya membuahkan hasil, Anomali Coffee berkembang bukan hanya sebagai kedai, tetapi juga roastery, pemasok biji kopi wholesale, importir dan distributor peralatan kopi, hingga pusat edukasi. 

Irvan Helmi  Sosok di Balik Anomali Coffee yang Masuk Daftar Top 100 Coffee Shops in the World
Irvan Helmi (Foto: LinkedIn/Irvan Helmi)

Dari sisi edukasi, Irvan mendirikan Indonesia Coffee Academy pada tahun 2009, sebuah akademi yang  hadir untuk mencetak barista, pemilik bisnis F&B, hingga profesional kopi dengan standar tinggi. Selama lebih dari satu dekade, lewat Indonesia Coffee Academy, Irvan berhasil menghadirkan pelatihan untuk ratusan pencinta kopi. Baginya, industri kopi tak akan maju tanpa sumber daya manusia yang kompeten.

Tak berhenti pada kopi, Irvan mulai mengeksplor komoditas unggulan Indonesia lainnya, yaitu cokelat. Saat sering mengunjungi kebun kopi, Irvan melihat potensi kakao Indonesia. Bersama sang kakak, Tissa Aunilla, ia melakukan riset bertahun-tahun sebelum akhirnya mendirikan Pipiltin Cocoa pada tahun 2013. 

Pipiltin Cocoa menjadi salah satu produsen cokelat couverture yang langsung mengambil biji kakao fermentasi dari petani di berbagai daerah seperti Aceh, Jawa Timur, Bali, Flores, Papua, dan Kalimantan. Tiap daerah tersebut memiliki cokelat dengan karakter unik, seperti Aceh dengan rasa cokelat pekat bernuansa kacang dan rempah maupun Jawa Timur dengan sentuhan kismis dan madu. 

Tak hanya sekadar menjual cokelat, Irvan Helmi menghadirkan Pipiltin Cocoa untuk merayakan keberagaman rasa kakao Indonesia sekaligus mendukung praktik pertanian berkelanjutan.

Di tengah kesibukannya membangun bisnis F&B, Irvan juga aktif di sektor kesehatan. Ia adalah seorang sebagai Business Development di RS Khusus Bedah SS Medika. Selain itu, ia juga pernah menjabat Ketua Dewan Pengurus Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) pada periode 2018–2021.

Kerja panjang Irvan bersama Anomali Coffee akhirnya mendapat pengakuan global. Coffee berhasil masuk daftar Top 100 Best Coffee Shops in The World dan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia. 

“Kita gak ada daftar sama sekali. Penghargaan ini datang dari konsumen. Mereka sudah menghargai kopi Indonesia. Kebanggaan ini milik bersama, dari petani sampai penikmat kopi,” ujar Irvan Helmi, Jumat (12/9/2025), melansir IDN Times. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic