
Thephrase.id - Kegagalan kembali menghantam Timnas Italia setelah mereka dipastikan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun seusai takluk lewat adu penalti melawan Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam babak play-off zona Eropa.
Tim dengan sejarah panjang sebagai juara dunia empat kali itu kini menghadapi situasi yang sebelumnya sulit dibayangkan, yakni terus terlempar dari panggung sepak bola terbesar dunia selama lebih dari satu dekade.
Pertandingan yang sempat dianggap sebagai peluang penebusan justru berakhir pahit bagi Timnas Italia karena mereka harus menerima kenyataan tersingkir dan kembali menunggu empat tahun untuk kesempatan berikutnya.
Timnas Italia sempat membuka keunggulan lebih dulu melalui gol cepat dari Moise Kean, namun situasi berubah setelah bek tengah Alessandro Bastoni diganjar kartu merah langsung sebelum turun minum yang membuat Gli Azzurri bermain dengan 10 orang.
Tekanan yang terus meningkat akhirnya dimanfaatkan Timnas Bosnia dan Herzegovina ketika pemain pengganti Haris Tabaković mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79 yang memaksa laga berlanjut ke babak tambahan dengan skor 1-1.
Hasil tersebut memperpanjang daftar kekecewaan Timnas Italia setelah sebelumnya juga tersingkir dalam play-off kualifikasi oleh Timnas Swedia dan Timnas Makedonia Utara pada dua edisi Piala Dunia terakhir.
"Kami masih tidak percaya—bahwa kami tersingkir dan hal ini terjadi dengan cara seperti ini," beber kata Leonardo Spinazzola, bek Timnas Italia.
"Ini menyakitkan bagi semua orang, bagi kami, keluarga kami, dan semua anak-anak yang belum pernah melihat Italia tampil di Piala Dunia," tegasnya.
Kekalahan ini memastikan Timnas Italia, juara dunia tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006, akan melewati setidaknya 16 tahun tanpa satu pun pertandingan di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Rentetan hasil buruk itu memperpanjang tren negatif Timnas Italia sejak 2010 dan 2014 ketika mereka gagal lolos dari penyisihan grup, meski sempat menjuarai UEFA Euro 2020 sebagai satu-satunya pencapaian besar dalam periode tersebut.
Laga fase gugur terakhir Timnas Italia di Piala Dunia terjadi pada 2006 ketika mereka mengalahkan Timnas Prancis melalui adu penalti untuk meraih gelar juara.
Situasi ini juga membuat satu generasi pemain, terutama yang berusia di bawah 15 tahu, tidak memiliki memori tentang penampilan Timnas Italia di Piala Dunia, dengan partisipasi terakhir terjadi pada 2014 yang berakhir dengan kekalahan dari Timnas Uruguay.

Tidak satu pun pemain dalam skuad Timnas Italia saat ini pernah tampil di putaran final Piala Dunia, mempertegas jarak panjang yang kini memisahkan mereka dari panggung tertinggi sepak bola internasional.
Hasil ini turut memunculkan pertanyaan terhadap posisi pelatih Timnas Italia, Gennaro Gattuso, yang mengambil alih Gli Azzurri dari Luciano Spalletti di tengah situasi krisis.
"Saya ingin meminta maaf secara pribadi karena kami tidak berhasil lolos. Hari ini, membicarakan masa depan saya tidak penting, yang terpenting adalah mencapai Piala Dunia," ujar Gattuso.
Di atas kertas, kekalahan ini menjadi kejutan besar mengingat Timnas Italia berada jauh di atas Timnas Bosnia dan Herzegovina dalam peringkat dunia, serta memiliki sumber daya pemain dan populasi yang jauh lebih besar.
Timnas Bosnia memastikan kelolosan ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2014, yang juga menjadi satu-satunya penampilan mereka sebelumnya di turnamen tersebut, setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-1 melalui eksekusi penentu dari Esmir Bajraktarević.