trending

Jadi Saksi Soal Ijazah Jokowi, Rocky Gerung: Warga Negara Bertanya, Kepala Negara Harus Menjawab

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jan 28, 2026
Pengamat politik, Rocky Gerung hadir sebagai saksi dan ahli metodologi kasus ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa (27/01/26). (Foto: ANTARA/Ilham Kausar)
Pengamat politik, Rocky Gerung hadir sebagai saksi dan ahli metodologi kasus ijazah Jokowi di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa (27/01/26). (Foto: ANTARA/Ilham Kausar)

ThePhrase.id - Pengamat politik, Rocky Gerung mengatakan bahwa setiap pertanyaan yang diajukan seorang warga negara, termasuk soal keaslian ijazah wajib dijawab oleh kepala negara.

Hal tersebut disampaikan Rocky usai hadir sebagai saksi sekaligus ahli yang diajukan oleh Roy Suryo cs, untuk menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penyusunan buku Jokowi’s White Paper di Polda Metro Jaya, Jakarta pada Selasa (27/1).

“Kan warga negara bertanya kepada presiden, di mana deliknya. Kan tiga orang ini (Roy Suryo cs) bertanya, “eh, ijazahmu mana? Asli atau palsu?”. Pertanyaan warga negara pada kepala negara harus dijawab oleh kepala negara. Kenapa? Karena kepala negara kacungnya warga negara, gitu,” ujar Rocky kepada awak media.

“Masa saya tanya sama pembantu saya, dia enggak mau jawab, yang benar aja,” tambahnya.

Menurutnya, kedatangannya sebagai ahli metodologi tidak bertujuan untuk menyampaikan materi yang meringankan tiga tersangka, yakni dr Tifa, Roy Suryo, dan Rismon Sianipar. Melainkan fokus dalam penjelasan metode penelitian.

“Enggak ada urusan memberatkan (atau) meringankan. Saya ingin menerangkan fungsi dari metode di dalam meneliti, di dalam mencurigai. Mencurigai itu bagian yang paling penting dari ilmu pengetahuan,” kata Rocky.

“Pasti soal itu, karena saya mengajar metodologi bertahun-tahun,” lanjutnya.

Riset Roy Suryo cs Tak Masuk Wilayah Pidana

Rocky memaparkan bahwa setiap riset memerlukan waktu dan tidak mungkin berakhir. Ia menyebut riset yang dilakukan dr Tifa, Roy Suryo, maupun Rismon Sianipar seluruhnya dimungkinkan oleh prosedur.

Adapun ia menerangkan bahwa kuriositas atau rasa ingin tahu manusia diberikan agar timbul pertengakaran. Maksudnya, akan selalu ada pertengkaran bagi setiap orang yang meneliti.

“Risetnya, kan semua itu dimungkinkan oleh prosedur. Nah, kalau prosedurnya belum selesai, ya lakukan riset, kalau prosedurnya udah selesai, ada data baru, ya (lanjut) riset aja. Jadi, di mana pidananya di situ?” ucap Rocky.

Ia menekankan ingin membela bahwa ijazah itu asli, namun pemiliknya yang palsu.

“Saya mau membela bahwa ijazah itu asli. Itu yang saya bela. Ijazahnya asli, ya orangnya yang palsu. Ya, semua ijazah pasti asli dong,” pungkasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic