Jadi Tren di Kalangan Artis, Perhatikan Hal Ini Sebelum Lakukan Transplantasi Rambut

- Advertisment -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Transplantasi rambut merupakan salah satu inovasi baru yang diklaim dapat menjadi solusi permanen untuk mengatasi penipisan dan kerontokan rambut bahkan kebotakan di kepala.

Meskipun inovasi ini membutuhkan biaya yang mahal, hingga ratusan juta rupiah, namun transplantasi rambut kini menjadi tren di kalangan artis seperti Kevin Aprilio, Atta Halilintar, dan Anang Hermansyah.

- Advertisement -

Anang Hermansyah lakukan transplantasi rambut (Foto: Instagram / ananghijau)

Walaupun inovasi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri bagi orang-orang yang mengalami penipisan rambut, namun ada juga orang-orang yang justru tidak disarankan untuk melakukan transplantasi rambut apabila mengalami kondisi berikut:

  1. Mempunyai pola kerontokan rambut yang meluas di seluruh kulit kepala.
  2. Mempunyai bekas luka keloid (bekas luka tebal dan berserat) setelah cedera atau operasi.
  3. Mengalami kerontokan karena pengobatan seperti kemoterapi

Bukan tanpa sebab, orang-orang dengan kondisi tersebut tidak disarankan untuk melakukan transplantasi rambut sebab terkadang inovasi ini juga mempunyai sejumlah efek samping yang cukup berat seperti:

  1. Menimbulkan alergi yang timbul dari obat bius.
  2. Bengkak, gatal, mati rasa, hingga terbentuknya kerak pada area kulit kepala yang mengalami transplantasi.
  3. Peradangan atau infeksi pada folikel rambut.
  4. Menyebabkan pertumbuhan rambut yang tidak beraturan.
  5. Sulit hilangnya bekas luka atau justru menimbulkan kerontokan baru di sekitar area transplantasi.

Oleh sebab itu, untuk menghindari efek samping tersebut, orang-orang yang telah melakukan transplantasi rambut disarankan untuk melakukan penyempurnaan transplantasi ini secara bertahap dalam jangka waktu berbulan-bulan serta selalu menjaga kebersihan kulit kepala, terutama di area bekas jahitan.

- Advertisement -

Ilustrasi transplantasi rambut (Foto: Ultimo Clinic)

Selain itu, dilansir dari Alodokter, dr. Allert Benedicto Ieuan Noya mengatakan bahwa resiko-resiko tersebut juga dapat diminimalisir dan keberhasilan transplantasi rambut pun dapat diperoleh dengan hasil yang memuaskan jika prosedur proses transplantasi dilakukan ketika pasien sedang berada dalam keadaan sehat.

Sementara itu, dilansir dari CNN Indonesia, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik Arif Muharram juga menyampaikan bahwa jika terjadi efek samping yang tidak diinginkan pada fase awal operasi, dokter yang melakukan transplantasi harus memberikan antibiotik, dan pasien juga harus mengkonsumsi berbagai macam makanan bergizi, menjalani pola hidup sehat, serta tidak merokok. [hc]

 

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you