
ThePhrase.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Ancol, Jakarta Utara. Proyek ini ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking yang digelar pada Minggu (25/1).
JPO JIS–Ancol dirancang dengan total panjang akses sekitar 466 meter dan lebar 6,6 meter. Infrastruktur ini terdiri atas struktur jembatan beton bertulang dan baja sepanjang 166 meter, serta jalur pedestrian sepanjang 300 meter yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.
Pembangunan JPO tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN). Seremoni groundbreaking bertajuk “JPO Bersama BTN” dilakukan secara simbolis oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Rano Karno, Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin, serta Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Winarto.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa pembangunan JPO JIS–Ancol menjadi langkah strategis dalam pengembangan kawasan Ancol dan sekitarnya sebagai ikon baru Jakarta, sekaligus mendukung optimalisasi fungsi JIS. Ia menilai proyek ini akan memperkuat integrasi kawasan dan meningkatkan daya saing Jakarta Utara.
“Saya meyakini ini akan mengubah wajah Jakarta, khususnya di wilayah utara. Dengan rampungnya JPO ini pada Mei mendatang, serta beroperasinya Stasiun KRL Ancol pada April, akses masyarakat menuju JIS dan Ancol akan jauh lebih mudah,” ujar Pramono.
Sementara itu, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan proyek JPO Bersama BTN merupakan wujud kolaborasi BUMN dan Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pengembangan Jakarta Utara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kehadiran JPO ini diharapkan dapat menjadi landmark baru sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan JIS dan Ancol.
BTN juga merencanakan penyelenggaraan sejumlah agenda olahraga berskala internasional pada 2026, seperti BTN Jakarta International Marathon dan Jakarta International Criterium, sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi Jakarta menuju kota global.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin menegaskan bahwa pembangunan JPO JIS–Ancol tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai solusi atas persoalan aksesibilitas kawasan. Ia berharap kehadiran JPO tersebut dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung JIS dan Ancol, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta Utara melalui integrasi kawasan yang lebih baik. [nadira]