Jaga Kelestarian Alam, Pulau Kaniungan Jadi Destinasi Wisata Eco-Island

- Advertisment -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Kalimantan Timur memiliki banyak keindahan alam yang tersembunyi salah satunya adalah Pulau Kaniungan. Pulau ini digadang-gadang menjadi destinasi wisata eco-island karena memiliki pantai dengan pasir putih dan laut berwarna biru jernih sehingga dapat melihat penampakan ratusan lumba-lumba yang melompat-lompat.

Keindahang Pulau Kaniungan yang memiliki luas sekitar 55 hektar, bisa menjadi salah satu destinasi unggulan Kalimantan Timur terutama di Kabupaten Berau.

- Advertisement -

Dengan keindahan alam yang tak tersentuh tersebut akan menjadi potensi besar untuk mengembangkan Pulau Kaniungan menjadi pulau  yang indah untuk menarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara.

Pulai Kaniungan dengan pasir putihnya dan air laut biru yang jernih. (Foto: humas kaltim)

Pulau Kaniungan sudah dikategorikan sebagai eco-island dan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim sudah meminta Pemerintah Kabupaten Berau terus mengawasi dan memantau perkembangan pulau tersebut terutama dalam hal pembangunan resort agar tidak merusak keindahan dan kelestarian alamnya.

Eco-island yang biasa dikenal dengan sebutan ecowisata atau ecotourism ini merupakan salah satu bentuk tourism yang mengutamakan wisata keberlanjutan. Objek wisata akan terus dijaga dengan mempertahankan keindahan alam tanpa ada modifikasi.

- Advertisement -

Selain itu, ecowisata juga mengedepankan pengelolaan wisata berbasis masyarakat lokal.

Sejauh ini, pembangunan resort di Pulau Kaniungan dibatasi,  tidak boleh melakukan sembarangan pembangunan. Saat ini hanya terdapat 2 resort di pulau itu dan untuk resort yang premium hanya diperbolehkan 1 saja.

Pulau Kaniungan. (Foto: tripadvisor)

Dengan menjadikan Pulau Kaniungan sebagai eco-island, pembangunan resort untuk destinasi wisata harus bisa memanfaatkan lingkungan sekitar tanpa harus merusak alam yang sudah ada, misalkan dengan membuat camping ground yang dapat meminimalisir kerusakan alam.

Tak hanya itu, masyarakat  juga harus ikut serta menjaga  lingkungan sekitar dengan baik sehingga menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan nyaman tidak hanya untuk wisatawannya saja namun juga untuk masyarakat lokal.

Dengan menjadikannya sebagai destinasi wisata unggulan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat lokal melalui penjualan produk UMKM.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Norbaiti Isran Noor mengatakan warga sekitar juga harus ikut serta dalam mempercantik dan menyediakan fasilitas umum agar lebih banyak lagi wisatawan yang datang.

“Semakin banyak wisatawan yang datang, maka produk-produk UKM bisa dijual di sini atau di Biduk-Biduk. Baik untuk keperluan sehari-hari maupun untuk oleh-oleh kembali ke daerah masing-masing,” ujar Norbaiti.

Untuk dapat menikmati keindahan pulau tersebut, melalui darat bisa berangkat dari Tanjung Radeb dan menempuh perjalanan 5 hingga 6 jam menuju kecamatan Biduk-Biduk. Setelah sampai di Biduk-Biduk, masyarakat sekitar akan menyediakan fasilitas sewa perahu dengan harga Rp. 400.000 hingg 500.000 untuk tujuh orang.

Kapal akan berangkat dari dermaga Teluk Sulaiman dan membutuhkan waktu 15 menit saja menuju  Pulau Kaniungan. Pemkab Berau  sedang melakukan revitalisasi pembangunan dermaga Teluk Sulaiman agar nyaman bagi wisatawan. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you