lifestyle

Jarang Minum Air Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampak bagi Tubuh

Penulis Rangga Bijak Aditya
Oct 17, 2026
Ilustrasi minum air putih setelah bangun tidur. (Foto: Canva/Aflo Images)
Ilustrasi minum air putih setelah bangun tidur. (Foto: Canva/Aflo Images)

ThePhrase.id - Minum air putih setelah bangun tidur merupakan salah satu cara sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sebaliknya, kurang minum pada pagi hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga memengaruhi konsentrasi dan kondisi fisik.

Dilansir publikasi Health pada Sabtu (10/10), tubuh kehilangan cairan selama tidur melalui pernapasan dan keringat, dengan perkiraan sekitar 400–700 mililiter. Kondisi ini membuat seseorang berpotensi mengalami dehidrasi ringan saat terbangun.

Berikut enam dampak yang dapat terjadi jika tubuh kekurangan cairan pada pagi hari.

1. Meningkatkan Risiko Dehidrasi

Tidak adanya asupan cairan selama berjam-jam saat tidur dapat membuat tubuh kekurangan cairan. Minum air setelah bangun tidur membantu mengganti cairan yang hilang dan menjaga keseimbangan hidrasi.

2. Kebutuhan Cairan Harian Sulit Terpenuhi

Memulai hari dengan minum air dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian. Kebiasaan ini juga dikaitkan dengan konsumsi air yang lebih banyak sepanjang hari.

3. Konsentrasi Menurun

Kekurangan cairan dapat memengaruhi kemampuan mengingat, konsentrasi, dan suasana hati. Bahkan, kehilangan sekitar 1–2 persen cairan tubuh berpotensi mengganggu fungsi kognitif.

4. Performa Olahraga Terganggu

Dehidrasi dapat membuat tubuh lebih mudah lelah dan menurunkan daya tahan saat berolahraga. Karena itu, menjaga asupan cairan sebelum dan selama aktivitas fisik penting untuk mendukung performa tubuh.

5. Pencernaan Menjadi Kurang Lancar

Air berperan dalam membantu pergerakan makanan di usus dan menjaga keteraturan buang air besar. Jika asupan cairan tidak mencukupi, risiko sembelit dapat meningkat atau kondisi tersebut menjadi lebih buruk.

6. Risiko Sakit Kepala Meningkat

Dehidrasi dapat memicu sakit kepala, terutama pada orang yang rentan mengalami kondisi tersebut. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan asupan air berpotensi membantu mengurangi gejala sakit kepala pada sebagian penderita migrain.

Untuk menjaga hidrasi, Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan asupan air harian sekitar 2–2,7 liter bagi wanita dewasa dan 2,5–3,7 liter bagi pria dewasa. Kebutuhan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada ukuran tubuh, aktivitas fisik, dan kondisi lingkungan.

Dengan demikian, membiasakan diri minum air setelah bangun tidur dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kecukupan cairan sepanjang hari. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic