sportTimnas Indonesia

Jawaban PSSI Merespons Keresahan Presiden Prabowo atas Kegagalan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Penulis Ahmad Haidir
Jul 11, 2026
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan sepak bola Indonesia. Foto PSSI.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan sepak bola Indonesia. Foto PSSI.

Thephrase.id - Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan sepak bola Indonesia setelah mengungkapkan keresahannya atas kegagalan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, termasuk dengan menaruh perhatian pada kebutuhan pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurut Arya, perhatian Presiden terlihat dari langkah Prabowo yang berkomunikasi dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sekaligus Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya sebagai sinyal bahwa pemerintah memahami pentingnya dukungan anggaran untuk mendorong peningkatan prestasi sepak bola nasional.

"Ya, kan jelas ya, Pak Prabowo mencari Pak Ketum, Pak Erick, dan langsung mencari juga Menkeu. Berarti beliau tahu juga bahwa Menkeu, Pak Prabowo ya, perlu support sepak bola Indonesia dengan anggaran dari APBN," tegas Arya.

"Ya kan, itu clear karena dia seperti itu. Jadi kita butuh dukungan juga, support seperti itu dari Kemenkeu, pendanaan. Dan Pak Prabowo jelas ya, kalau untuk hal lain, naturalisasi dan sebagainya, beliau sangat support. Dan sekarang beliau lihat, nih, butuh pendanaan, dia juga support. Mudah-mudahan kita 2030 bisa ke sana," lanjutnya.

Arya menjelaskan PSSI telah menyusun tahapan jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia. Mulai dari pembenahan kompetisi domestik, pembinaan pemain usia muda, hingga memperbanyak jam terbang pemain melalui keikutsertaan klub-klub Indonesia di kompetisi antarklub Asia.

Ia juga menegaskan PSSI terus mempertebal talent pool Timnas Indonesia dengan memperluas pilihan pemain yang layak bersaing di level internasional, termasuk melalui pemanggilan lebih dari 50 pemain oleh pelatih John Herdman dalam persiapan menuju Piala AFF 2026.

"Ini kan dengan tahapan yang kita buat, memperbaiki liga kita. Pasti pemain-pemain makin banyak yang ini ya, punya pengalaman bertanding lebih banyak. Sekarang kita punya, memang masih ACL 2 ya, tapi itu pun jadi dua klub kita juga akan menambah pengalaman teman-teman klub sebagai sumber utama kita untuk timnas," ungkap Arya.

"Kemudian dari sisi pembinaan, teman-teman tahu kita punya pembinaan di U-19, kemudian di U-17, itu juga adalah dorongan untuk penambahan pemain. Dan kita tahu kemarin juga pelatih kita sudah mendorong bek-bek usia masih muda di bawah... di U-19 sudah masuk ke timnas main," tambahnya.

"Itu adalah bagian dari menambah jumlah pemain. Dan kita tahu juga kemarin hampir 50 lebih dipanggil oleh John Herdman, artinya pemain makin banyak. Memang apa pun ceritanya, menambah pemain, jumlah pemain yang layak sebagai pemain timnas untuk internasional itu sudah harus dilakukan, di samping juga yang dilakukan oleh berbagai negara," sambung Arya.

"Hampir semua negara yang ikut di Piala Dunia kemarin pemainnya naturalisasi semua, diaspora semua. Mana negara yang enggak punya diaspora? Hampir semua negara pakai diaspora. Berarti itu pun akan kita lakukan untuk menuju ke sana," ucapnya.

Terlepas dari kegagalan Timnas Indonesia lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, Arya menilai keresahan yang disampaikan Presiden merupakan sesuatu yang wajar karena setiap negara memiliki ambisi tampil di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.

"Ya wajar, semua negara juga pasti pengen ke sana dan kan kemarin kita sudah berjuang. Sudah berjuang menuju ke sana, capaian kita kemarin itu tertinggi sepanjang sejarah kita main bola. Artinya tahapan berikutnya ya mudah-mudahan lebih dari yang kemarin. Nah, ini yang dilakukan," tutur Arya.

"Kan kita selalu, kemarin Pak Erick sudah lapor Pak Prabowo. Sudah bersama pelatih kan. Saya rasa itu juga follow up yang diomongkan oleh Pak Prabowo itu kemarin. Itu ungkapan beliau setelah, kan sebenarnya Pak Prabowo enggak pernah ngomong ya, setelah kemarin ketemu sama Pak Ketum sama John Herdman. Kan kemarin disampaikan, mudah-mudahan Pak Purbaya mendengarnya dengan baik juga," tandasnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic