trending

Jawaban Sabrang Ketika Diminta Mundur Sebagai Tenaga Ahli DPN: Asyik Iki

Penulis M. Hafid
Jan 22, 2026
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Neo Letto. Foto: tangkapan layar YouTube @Sambrang MDP Official
Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Neo Letto. Foto: tangkapan layar YouTube @Sambrang MDP Official

ThePhrase.id - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Neo Letto mengaku siap mundur sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI.

Pernyataan itu disampaikan Sabrang untuk menanggapi pertanyaan netizen apabila gagal dalam menjalankan tugas sebagai tenaga ahli siap mengundurkan diri.

Semula Sabrang membacakan satu persatu kritik dan pertanyaan netizen atas pengangkatan dirinya sebagai tenaga ahli. Dia kemudian mencari substansi satu persatu dari semua komentar itu.

Misalnya soal pertanyaan siap mundur dan bagaimana masyarakat dapat mengetahui bahwa benar-benar bekerja. Menurutnya, pertanyaan itu menarik dan penting untuk dijawab.

"Asyik iki, beneran ini asyik. Substansi pertanyaannya ya 'bagaimana publik bisa tahu kamu kerja beneran? Bentar lagi kita masuk ke eksperimen apa yang akan terjadi, tapi ini menarik banget. ini pertanyaan terpenting dan jawabannya harus konkret," kata Sabrang dalam kanal YouTube pribadinya, dikutip Kamis (22/1).

Sabrang lantas menjelaskan tugasnya sebagai tenaga ahli, bahwa dia bertugas untuk memberi masukan sesuai dengan pemahamannya dan merekomendasikan langkah konkret dalam hal pertahanan.

Dia pun berjanji akan terbuka dengan cara memberi tahu kepada publik terkait apa yang sudah disampaikan dan direkomendasikan kepada DPN.

Putra budayawan Emha Ainun Nadjib itu, juga menegaskan dirinya akan mengundurkan diri sebagai tenaga ahli DPN apabila masukan dan rekomendasinya tidak didengarkan atasannya.

"Kalau tidak didengarkan yo piye? Tapi kalau saya lama ngasih rekomendasi dan ternyata ngak kepake-kepake juga, iya tinggal keluar, tinggal resign, gampang aja, simple saja karena saya memang tidak ada gunanya di sana ternyata, kan gitu," ungkapnya.

Dia mengakui mudah untuk mengundurkan diri jika dirinya kurang berguna sebagai tenaga ahli. Namun, dia meminta waktu satu tahun untuk memastikan apakah masukan dan pertimbangannya diterima atau ditolak oleh DPN.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin melantik Sabrang bersama 11 orang lainnya sebagai tenaga ahli DPN di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Kamis (15/1).

Sebanyak 12 orang pakar dari berbagai disiplin ilmu dilantik berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor: KEP/3/KH/X/2025. Para tenaga ahli ini akan mengisi posisi krusial sebagai Tenaga Ahli Utama, Madya, dan Muda pada kedeputian bidang Geoekonomi, Geopolitik, serta Geostrategi.

Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengungkapkan bahwa pelantikan Sabrang dan lainnya untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional.

"Betul beliau resmi dilantik sebagai Tenaga Ahli Madya di lingkungan Dewan Pertahanan Nasional dan akan memberikan dukungan pemikiran strategis untuk memperkuat kebijakan pertahanan nasional sesuai dengan tugas kelembagaan yang berlaku," kata Rico kepada wartawan, Minggu (18/1).

Menurutnya, penunjukan itu dilakukan atas pertimbangan kompetensi hingga keahliannya, bukan dilihat dari keluarganya.

"Pengangkatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi serta pertimbangan profesional, kompetensi, dan rekam jejak keahlian, tanpa dikaitkan dengan latar belakang keluarga, pandangan pribadi, maupun faktor non-institusional lainnya," tandasnya. (M Hafid)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic