trending

Jeffery Epstein Files: Tokoh Dunia Terseret, Perlindungan Korban Dipertanyakan

Penulis Ashila Syifaa
Feb 04, 2026
Foto Jeffery Epstein dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. (Foto: justice.gov)
Foto Jeffery Epstein dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat. (Foto: justice.gov)

ThePhrase.id - Kasus Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan setelah sejumlah dokumen pengadilan yang dikenal sebagai Jeffrey Epstein Files dibuka ke publik pada Jumat (30/1). Tiga juta dokumen internal yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap hubungan Jeffrey Epstein dengan sejumlah tokoh terkenal di bidang politik, keuangan, akademisi, hingga bisnis.

Jeffrey Epstein Files dirilis setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Undang-Undang Transparansi Berkas Epstein yang menyerukan pembukaan seluruh informasi terkait Epstein dan kaki tangannya, Ghislaine Maxwell. Maxwell telah divonis 20 tahun penjara atas tuduhan eksploitasi seksual, perdagangan anak, dan berbagai kejahatan lainnya.

Jeffrey Epstein merupakan ahli keuangan yang terjerat kasus kejahatan seksual, termasuk perdagangan dan eksploitasi anak di bawah umur. Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan prostitusi, termasuk merekrut gadis di bawah umur, dan dijatuhi hukuman 18 bulan penjara di fasilitas keamanan minimum.

Pada 2019, Epstein kembali ditangkap atas tuduhan memperdagangkan serta mengeksploitasi anak di bawah umur. Namun, sebelum kasus tersebut disidangkan, ia ditemukan meninggal dunia di sel tahanan Manhattan dan dinyatakan bunuh diri.

Meskipun demikian, kematian Epstein menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kejahatan tersebut.

Dokumen terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS merupakan kumpulan dokumen hukum dan investigasi, termasuk berkas pengadilan perdata, korespondensi elektronik, kesaksian para korban, serta foto-foto yang melibatkan anak di bawah umur dan nama-nama korban.

Nama Besar dalam Dokumen

Dokumen tersebut juga mengungkap jaringan tokoh-tokoh berpengaruh yang memiliki keterkaitan dengan Epstein. Catatan Departemen Kehakiman menunjukkan luasnya tuduhan yang diajukan terhadap Epstein, serta terhadap sejumlah pihak lain yang hingga kini belum menghadapi dakwaan pidana atas dugaan perdagangan seks. Namun, Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyatakan bahwa kemungkinan besar tidak akan ada dakwaan baru terhadap siapa pun.

“Saya tidak dapat berbicara tentang investigasi apa pun, tetapi saya akan mengatakan hal berikut, yaitu bahwa pada bulan Juli, Departemen Kehakiman menyatakan telah meninjau ‘berkas Epstein,’ dan tidak ada apa pun di dalamnya yang memungkinkan kami untuk menuntut siapa pun,” ujar Wakil Jaksa Agung Todd Blanche, seperti dikutip dari NPR.

Beberapa nama besar disebut memiliki keterkaitan dengan Epstein, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang diketahui pernah menjalin hubungan dengan Epstein pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Dalam Jeffrey Epstein Files, terdapat sejumlah foto Trump bersama perempuan, serta sebuah catatan yang ditujukan kepada Epstein, disertai gambar siluet perempuan telanjang yang tampak memiliki tanda tangan Trump.

Nama Trump juga beberapa kali disebut dalam persidangan Ghislaine Maxwell pada 2021. Dalam persidangan tersebut, terungkap Epstein sempat menyebut bahwa Trump “mengetahui soal gadis-gadis itu.” Namun, Trump membantah mengetahui kejahatan yang dilakukan Epstein dan menyatakan telah memutus hubungan sejak awal 2000-an.

Selain Trump, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton juga diketahui pernah bersosialisasi dengan Epstein pada awal 2000-an. Sejumlah foto yang dirilis menunjukkan Clinton berenang dan berpose bersama beberapa perempuan yang wajahnya disamarkan. Meski demikian, Clinton membantah tuduhan keterlibatan dalam kejahatan Epstein dan mengaku menyesali hubungannya dengan ahli keuangan tersebut. Bill Clinton bersama istrinya, Hillary Clinton, dijadwalkan memberikan kesaksian dalam penyelidikan Kongres terkait Epstein pada 26 dan 27 Februari 2026.

Beberapa miliarder juga disebut memiliki hubungan dengan Epstein, di antaranya Elon Musk dan Bill Gates. Elon Musk disebut sempat menanyakan mengenai pesta yang direncanakan di pulau milik Epstein pada tahun 2012. Sementara itu, Bill Gates diketahui beberapa kali bertemu Epstein setelah keluar dari penjara untuk membahas pengembangan kegiatan filantropi milik pendiri Microsoft tersebut. Dokumen yang dirilis juga menunjukkan sejumlah foto Gates yang berpose bersama perempuan-perempuan.

Nama-nama lainnya yang disebut berkaitan dengan Epstein, antara lain adalah Prince Andrew, Melania Trump, George Bush, Michael Jackson, Sarah Ferguson, Mick Jagger, Kevin Spacey, Robert F. Kennedy Jr. dan masih banyak lagi.

Kendati demikian, nama-nama yang disebutkan dalam dokumen tersebut belum dipastikan merupakan pelaku kejahatan seksual. Tetapi, mereka memiliki relasi dengan Epstein.

Masalah Penyamaran Gambar dan Nama Korban

Di sisi lain, perilisan Jeffrey Epstein Files juga memunculkan sejumlah masalah, salah satunya terkait proses penyuntingan. Sejumlah nama yang seharusnya dirahasiakan justru terpampang secara jelas dalam dokumen tersebut, sementara beberapa foto perempuan juga dirilis tanpa melalui proses penyensoran.

Annie Farmer, salah satu korban dan saksi dalam kasus Epstein, menjelaskan bahwa foto perempuan telanjang serta nama para korban seharusnya di-edit. Ia mengaku kesal dan menyatakan bahwa pengungkapan nama serta gambar para korban tersebut “sangat menjijikkan.” Meski demikian, Farmer tetap menegaskan bahwa transparansi tetap penting.

Mengutip Detik, seorang pengacara menyampaikan kepada hakim di New York bahwa kehidupan dari hampir 100 korban telah hancur akibat kesalahan dalam penyamaran identitas pada rilis dokumen tersebut. Materi yang terungkap mencakup foto telanjang, wajah, nama, alamat email, serta informasi identitas lainnya.

Selain itu, Liz Stein, salah satu korban bersama penyintas lainnya tidak akan berhenti berjuang sampai 3 juta berkas lainnya dapat dirilis ke publik.

Tak hanya itu, menurut sejumlah pihak, dari sekitar tiga juta dokumen yang dirilis, kasus ini masih belum menjawab sebagian besar pertanyaan mengenai siapa saja yang terlibat dalam kejahatan tersebut, termasuk para klien Epstein. Sejumlah informasi penting yang seharusnya dibuka ke publik juga masih disamarkan. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic