trending

Jemaah RI Tetap Berangkat Haji 22 April 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah

Penulis Nadira Sekar
Apr 01, 2026
Foto: Ilustrasi Jemaah RI (dok. Kementerian Haji dan Umrah RI)
Foto: Ilustrasi Jemaah RI (dok. Kementerian Haji dan Umrah RI)

ThePhrase.id - Pemerintah memastikan pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 2026 tetap berjalan sesuai jadwal meskipun situasi konflik di Timur Tengah masih berlangsung.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa jemaah calon haji akan mulai masuk asrama haji pada 21 April 2026, kemudian diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026.

"Terkait pemberangkatan jamaah calon haji sampai saat ini belum ada perubahan, masih tetap tanggal 21 April 2026 jamaah calon haji masuk asrama haji, kemudian pada 22 April berangkat," ujarnya.

Ia menambahkan, berbagai persiapan penyelenggaraan haji telah dilakukan dan kini tinggal menunggu hari pemberangkatan. Pemerintah juga terus memantau perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar.

Irfan berharap ketegangan di wilayah tersebut dapat mereda sehingga umat Muslim dari seluruh dunia dapat menjalankan ibadah haji dengan tenang. 

Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti kesiapan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia. Dahnil menyebut isu kesehatan menjadi perhatian utama karena sekitar 25 persen jemaah haji Indonesia merupakan lansia, serta 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi.

"Isu kesehatan haji adalah isu utama dari tahun ke tahun, mengingat sekitar 25 persen jamaah haji Indonesia adalah lansia dan 177 ribu lainnya masuk kategori risiko tinggi. Karena itu, model pelayanan kesehatan harus banyak berubah," ujar Dahnil.

Ia juga meninjau kesiapan mitra pelayanan kesehatan di Makkah, termasuk kolaborasi dengan Saudi German Hospital untuk memperkuat layanan bagi jemaah Indonesia. Pemerintah akan memaksimalkan klinik satelit di setiap sektor serta menghadirkan mobile clinic di wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina guna memperkuat pengawasan kesehatan.

Selain itu, penguatan layanan kesehatan juga dilakukan di dalam negeri melalui penyediaan klinik permanen di asrama haji yang beroperasi sepanjang tahun. Fasilitas tersebut tidak hanya melayani jemaah haji, tetapi juga jemaah umrah.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu meningkatkan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan sehat. [nadira]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic