sportTimnas Indonesia

Jepang Jadi Tolok Ukur, John Herdman Susun Jalan Panjang Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030

Penulis Ahmad Haidir
May 16, 2026
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, optimistis menuju Piala Asia 2027. Foto PSSI.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, optimistis menuju Piala Asia 2027. Foto PSSI.

Thephrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menggambarkan arah besar yang ingin ia bangun bersama Timnas Indonesia setelah hasil drawing Piala Asia 2027 menempatkan Tim Merah Putih satu grup bersama Timnas Jepang, Timnas Qatar, dan Timnas Thailand di Grup F.

Herdman menilai Timnas Indonesia bukan sekadar pelengkap di grup tersebut karena menurutnya Timnas Jepang dan Timnas Qatar juga menyadari bahwa mereka mendapatkan lawan berat dari pot empat, terlebih dengan hadirnya Timnas Thailand yang membuat persaingan di Grup F menjadi semakin ketat.

"Saya pikir Indonesia adalah tim terberat di pot empat. Dan saya yakin Jepang dan Qatar merasakan hal yang sama bahwa mereka sekarang punya grup yang sangat berat," tegas Herdman.

"Tidak ada tim mudah yang masuk ke grup mereka. Jadi saya melihatnya dari perspektif mereka, bagaimana perasaan para pelatih mereka saat mendapatkan Indonesia dan Thailand, tim kuat lainnya," bebernya.

Di tengah hasil drawing yang berat itu, Herdman justru melihat Timnas Jepang sebagai ukuran penting untuk membawa Timnas Indonesia berkembang menuju target yang lebih besar, termasuk mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 yang terus ia jadikan arah utama dalam pekerjaannya bersama Tim Merah Putih.

"Tetapi dari perspektif saya, Jepang adalah ujian besar untuk kami," ucapnya.

"Saya pikir jika kami ingin lolos ke 2030, dan saya selalu menempatkan visi saya di sana, selalu bekerja mundur dari 2030 dan tujuan besar itu, kami harus lebih dekat dengan Jepang," tambahnya.

Herdman mengatakan proses untuk mendekati level Jepang bukan sesuatu yang bisa terjadi secara instan karena menurutnya Timnas Indonesia masih harus berkembang dalam banyak aspek mulai dari mental, teknis, hingga taktis agar mampu bersaing di level tertinggi Asia.

"Dan itu adalah sebuah proses. Itu proses mental lalu proses teknis dan taktis," kata Herdman.

"Anda tahu, memastikan bahwa dalam pertandingan itu, sementara tujuan utamanya adalah mencoba mengalahkan Jepang di laga pertama turnamen atau mendapatkan hasil, yang saya pelajari dari pertandingan terakhir adalah ada terlalu banyak elemen taktis di mana jaraknya terlalu besar dan kami bisa sangat cerdas dalam menutup beberapa celah itu saat melawan Jepang," ungkapnya.

Pelatih asal Inggris itu juga membawa pengalaman pribadinya ketika menangani Timnas Kanada karena ia pernah menghadapi sekaligus mengalahkan Timnas Jepang dan Timnas Qatar dalam periode menuju Piala Dunia 2022, sesuatu yang kini ingin ia manfaatkan bersama Timnas Indonesia.

"Lalu saya memikirkan pengalaman saya bersama Kanada. Kami mengalahkan Jepang dalam perjalanan menuju Piala Dunia Qatar dan kami juga mengalahkan Qatar dalam perjalanan menuju Piala Dunia," paparnya.

"Jadi saya punya pengalaman melawan kedua tim tersebut, beberapa individu seperti Akram Afif bersama Qatar, pemain top, dan bagaimana mencoba meredamnya dalam pertandingan. Jadi saya akan menggunakan sebagian pengalaman itu," ujarnya.

Selain bicara soal lawan dan target besar Timnas Indonesia, Herdman juga menjelaskan bahwa hal terpenting yang ingin ia bangun adalah identitas kolektif tim karena Tim Merah Putih saat ini dihuni pemain dengan latar belakang sepak bola yang berbeda-beda dari Indonesia, Belanda, Serie A, Bundesliga, Arab Saudi, hingga Ligue 1.

"Ya, saya pikir tim harus mencerminkan siapa mereka sebenarnya. Jadi, sebagai pelatih, Anda punya visi tentang seperti apa tim yang Anda inginkan, tetapi saya harus menghormati bahwa kami punya pemain yang lahir, besar, dan berkembang di Indonesia," kata Herdman.

"Kami juga punya pemain yang lahir dan besar di Belanda dan tempat-tempat lain di dunia, serta mereka mengalami budaya sepak bola yang berbeda-beda, mulai dari Serie A hingga Bundesliga, sampai Arab Saudi dan Liga 1 di sini, dan semua pengalaman itu penting," ucapnya.

Menurut Herdman, seluruh pengalaman tersebut harus dipadukan menjadi identitas bersama yang benar-benar dipahami pemain setiap kali membela Timnas Indonesia, termasuk memahami arti besar mengenakan jersey Garuda di depan jutaan masyarakat Indonesia.

"Sebagai titik awal, saya punya pengalaman meloloskan tim ke Piala Dunia. Jadi saya akan membawa apa yang saya yakini sebagai hal-hal yang tidak bisa ditawar dalam identitas kami, menyelaraskannya dengan tujuan yang lebih besar, yaitu 280 juta alasan mengapa kami bangun dari tempat tidur setiap hari," jelasnya.

"Memastikan bahwa mereka benar-benar memahami tujuan memakai jersey ini," katanya.

Herdman juga menyebut tekanan akan selalu hadir ketika bermain untuk Timnas Indonesia karena pemain tidak hanya membawa nama sendiri, tetapi juga harapan jutaan masyarakat Indonesia dalam turnamen sebesar Piala Asia 2027.

"Dan ketika mereka sudah jelas dengan tujuan itu, membuat mereka memutuskan ingin menjadi seperti apa dan apa yang ingin mereka tunjukkan kepada 280 juta rakyat ini. Itu adalah beban besar atau hadiah besar," beber Herdman.

"Dan saya pikir lagi-lagi sebagai pelatih, tugas kami adalah menormalkan tekanan, mengubah cara pandang terhadapnya menjadi peluang dan tantangan, bukan ancaman, serta memastikan kami mendapatkan keseimbangan yang tepat dari kepribadian dan karakter yang kami tahu mampu menanganinya, mengubahnya menjadi sesuatu yang menarik. Tekanan itu ada, suka atau tidak suka," tandasnya.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic