politics

JK Blak-blakan Soal Jokowi: Kalau Saya Tidak Bawa ke Jakarta, Mana Bisa jadi Presiden?

Penulis Rangga Bijak Aditya
Apr 20, 2026
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (kiri). (Foto: Instagram/husainabdullah1)
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) (kiri). (Foto: Instagram/husainabdullah1)

ThePhrase.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) membeberkan bagaimana peran penting dirinya terhadap karier politik Joko Widodo (Jokowi), mulai dari Gubernur DKI Jakarta hingga menjadi Presiden ke-7 RI.

Hal tersebut disampaikan JK dalam keterangan persnya di Jakarta pada Sabtu (18/4), menyikapi sejumlah isu yang melibatkan dirinya, salah satunya terkait polemik ijazah Jokowi.

“Saya katakan, saya seniornya. Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang membawa ke Jakarta, dari Solo, untuk jadi gubernur (DKI Jakarta),” ujar JK di hadapan awak media.

Ia mengingatkan kepada seluruh pendukung Jokowi, yang dikenal dengan sebutan “termul” (ternak Mulyono), bahwa tanpa dirinya, Jokowi tidak akan mencapai puncak kariernya sebagai Presiden RI.

“Apa kurangnya saya coba? Kasih tahu semua ‘termul-termul’ itu, Jokowi jadi presiden karena saya. Kan tanpa (jadi) gubernur, mana bisa jadi presiden,” imbuhnya.

JK juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengimbau Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, ketika dirinya diminta untuk mendampingi Jokowi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 lalu.

Saat itu, Jokowi dinilai belum memiliki pengalaman yang cukup karena baru menjabat Gubernur DKI Jakarta selama dua tahun. Namun, Megawati meminta JK maju sebagai wakil presiden karena memiliki pengalaman.

“Saya bilang, ‘(Jokowi) belum cukup pengalaman, jangan, nanti rusak negeri ini’. Tapi, Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau naikin, kalau saya tidak wakilnya. ‘Kenapa Bu, saya mesti wakil?’ ‘Karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’,” tukas JK.

Ia menegaskan bahwa bukan dirinya yang meminta jabatan wapres kepada Jokowi, melainkan permintaan langsung dari Megawati sebagai ketua umum partai politik yang membina Presiden ke-7 RI itu.

“Jadi, saya orang Golkar, bayangkan, orang Golkar tapi PDIP mencalonkan saya wakil, bukan karena partai, hanya karena perlu dibantu, beliau (Jokowi) ini perlu didampingi. Kalau enggak, rusak negeri ini,” pungkas JK.

“Saya juga terkejut, kenapa begini? Tapi ya, demi negara saya kerjakan. Demi negara, bukan demi Jokowi, demi negara saya kerjakan tugas itu,” tambahnya.

Soroti Polemik Ijazah Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, JK turut menyoroti persoalan dugaan ijazah palsu Jokowi. Ia memberikan nasihat sekaligus menyarankan kepada Jokowi untuk cukup menunjukkan ijazahnya kepada publik.

Menurutnya, polemik tersebut telah berlangsung cukup lama dan memicu perdebatan di tengah masyarakat. Ia menilai situasi tersebut seharusnya dapat segera diselesaikan.

“Kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi sendiri, saling memaki masyarakat, dua tahun,” kata JK.

Terkait kasus tersebut, JK menekankan bahwa dirinya berada pada posisi netral. Ia bahkan menolak bertemu dengan sejumlah pihak yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi, seperti Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo.

“Rismon mau ketemu saya dengan tujuh orang, saya tidak terima. Roy Suryo mau ketemu, saya tolak. Demi saya mau netral,” tandasnya. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic