
ThePhrase.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengklaim terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden karena dirinya.
Pernyataan itu disampaikan saat JK merespons tuduhan Rismon Sianipar yang menyebut dirinya mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan untuk menggugat ijazah Jokowi.
"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya,” kata JK beberapa hari lalu.
JK mengatakan dirinya yang telah meyakinkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menandatangani pencalonan Jokowi di Pilgub DKI Jakarta 2012.
"Tanpa (menjadi) Gubernur mana bisa jadi Presiden," ujarnya.
Sejumlah pihak angkat suara dan membantah klaim JK. Salah satu bantahan disampaikan Ketua Dewan Pengawas DPP Bara JP, Utje Gustaf.
Utje mengamini JK menjadi salah satu yang mendorong Jokowi maju di pilgub DKI Jakarta. Namun, terpilihnya Jokowi sebagai Presiden pada 2014 murni karena peran dirinya sendiri yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Menurut Utje, JK sebelumnya tidak mendukung Jokowi, bahkan sempat mengeluarkan pernyataan ‘negara hancur kalau Pak Jokowi jadi presiden’.
Dukungan JK, kata Utje, justru terjadi setelah gemuruh massa mendukung pencalonan Jokowi.
"Jadi di 2014 pasangan termul Jokowi-JK memenangkan pilpres lebih karena faktor Jokowi,” kata Utje, Senin (20/4).
Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali turut merespons klaim JK. Menurutnya, pernyataan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu sebagai sikap yang terlalu emosional.
Menurut Ahmad Ali, kemenangan Jokowi sebagai Presiden merupakan hasil kerja kolektif pasangan calon, tim sukses, hingga partai politik.
"Tidak juga tepat kalau kemudian Pak JK sebagai orang tua saya mengklaim dirinya bahwa dialah yang kemudian membuat Jokowi bisa menang, kan? Itu juga terlalu emosional menurut saya. Karena kerja itu kerja berpasangan, kan? Jadi kerja kolektif antara pasangan calon dan tim sukses dan partai politik," kata Ahmad Ali pada Sabtu (18/4).
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Golkar Muhammad Sarmuji. Dia mengatakan kemenangan dalam politik tidak ditentukan oleh faktor tunggal, melainkan ada banyak unsur yang berkontribusi.
"Di dunia ini enggak ada yang terjadi karena faktor tunggal," ujarnya, Minggu (19/4).
Sarmuji mengamini kalau JK punya peran di dalam kemenangan Jokowi, namun bukan menjadi satu-satunya sosok yang membuat mantan Wali Kota Solo itu menang.
"Tapi itu hak Pak JK untuk menyampaikan bahwa beliau punya jasa," tandasnya. (M Hafid)