
ThePhrase.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) secara resmi melaporkan peneliti forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (6/4).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh kuasa hukum JK, Abdul Haji Talauho dalam keterangan persnya ketika tiba di Bareskrim Polri, Jakarta pada Senin (6/4) untuk menyerahkan laporan.
“Sesuai dengan rencana yang sudah disampaikan oleh kami dan juga Pak JK kemarin di kediaman, bahwa atas tuduhan Saudara Rismon Hasiholan Sianipar, hari ini kami membuat laporan polisi,” ujar Abdul kepada awak media.
Ia menjelaskan bahwa laporan itu berkaitan dengan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, menyusul beredarnya narasi di media sosial yang menuding JK berada di balik pendanaan kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Dalam narasi tersebut, Rismon menyebut JK memberikan dana sebesar Rp5 miliar kepada mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo untuk memperkarakan ijazah Jokowi.
“Itulah kenapa laporan ini kita buat hari ini sebagai langkah serius untuk merespons dan meminta pertanggungjawaban klarifikasi dia (Rismon),” tegas Abdul.
Adapun mengenai apakah narasi yang disampaikan Rismon merupakan hasil olahan artificial intelligent (AI), Abdul menyerahkan hal tersebut kepada ahli ataupun penyidik yang lebih memiliki kapasitas untuk melakukan pengujian.
Selain Rismon, Abdul membeberkan terdapat tiga pihak lain yang turut dilaporkan ke Bareskrim, yakni pemilik kanal YouTube Ruang Konsensus Budhius M. Piliang, Studio Musik Rock Ciamis, dan pemilik Mosato TV Lorensius Irjan Buu.
Ketiga kanal tersebut, menurut Abdul telah mengglorifikasi atau membesar-besarkan narasi yang mencemarkan nama baik JK, mulai dari penyebutan pecundang, tindakan ikonstitusional, hingga tudingan makar.
Sehari sebelumnya, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah keras tuduhan yang tengah beredar di publik tersebut. Ia menegaskan tidak pernah terlibat dalam isu dugaan ijazah palsu Jokowi, maupun memberikan dukungan kepada pihak mana pun.
“Saya katakan dan yakin (narasi) itu tidak benar. Saya tidak pernah, kenal Rismon ataupun ketemu pun tidak pernah. Roy (Suryo), karena dia bekas menteri ya saya kenal, tapi yang lainnya tidak,” tukas JK di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (5/4).
“Saya tidak pernah membantu atau apa pun dengan cara apa pun, Roy Suryo dan Rismon itu, apalagi pernah ketemu. Kalau memang pernah ketemu, di mana? Kapan?” tandasnya. (Rangga)