
Thephrase.id - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut partisipasi perdananya di Piala AFF 2026 yang akan digelar pada Juli dan Agustus 2026 dengan target membangun fondasi agar Tim Merah Putih mampu bersaing.
Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Timnas Vietnam sebagai juara bertahan, Timnas Singapura yang telah empat kali menjadi kampiun, Timnas Kamboja, serta pemenang kualifikasi antara Timnas Timor-Leste atau Timnas Brunei Darussalam dalam penyisihan grup yang akan menentukan dua tim menuju semifinal.
"Saya sangat bersemangat tentang turnamen ini karena, setelah merasakan Gold Cup di CONCACAF, kompetisi seperti ini memiliki nuansa yang berbeda," tegas Herdman dilansir situs ASEAN United.
"Para pemain yang Anda tangani sangat lapar. Biasanya mereka adalah pemain yang harus memberi jalan kepada pemain Eropa, mereka yang bermain di Serie A dan Bundesliga, tetapi ini adalah kesempatan mereka dan jika Anda bisa memaksimalkannya, ada koneksi nyata antarpemain, suporter, dan turnamen ini," sambungnya.
"Itulah turnamen yang paling membuat saya bersemangat tahun ini. Saya sangat ingin merasakan gairah Asia Tenggara. Datang dari Newcastle, yang bisa saya bandingkan hanyalah derbi Sunderland melawan Newcastle dan katanya di sini rivalitasnya jauh lebih intens," tegasnya.
Sejak pertama kali digelar pada 1996, Timnas Indonesia enam kali menjadi runner-up tanpa pernah mengangkat trofi, dan kesempatan pertama Herdman merasakan atmosfer kandang akan hadir saat Timnas Indonesia menjamu Timnas Kamboja pada 31 Juli 2026 sebelum menghadapi pemenang antara Timnas Timor-Leste atau Timnas Brunei Darussalam empat hari kemudian.
Setelah itu Timnas Indonesia akan menjamu Timnas Vietnam pada 3 Agustus 2026 dan menutup penyisihan grup dengan bertandang ke markas Timnas Singapura pada 7 Agustus 2026, sementara dua tim teratas dari grup tersebut akan melaju ke babak semifinal.
Piala AFF 2026 menjadi bagian dari kalender padat Timnas Indonesia sepanjang tahun karena sebelumnya dijadwalkan menjadi tuan rumah FIFA Series pada Maret 2026 serta melakoni laga uji coba tambahan pada Juni 2026 kemudian mempersiapkan diri menuju putaran final Piala Asia 2027 di Arab Saudi pada Januari tahun depan.
"Pemain dan staf ingin berada dalam ritme itu, inilah yang telah dicapai AFC dan FIFA di level internasional," kata Herdman.
"Tidak ada lagi waktu istirahat bagi negara mana pun sekarang, dan itu bagus karena berarti ada progres, progres, progres," sambungnya.
"Semua jalan menuju Piala Asia, jadi ini adalah batu loncatan dan saya berharap di turnamen ini saya bisa menguji kedalaman skuad serta melihat pemain mana, mungkin beberapa pemain muda, yang bisa berkembang pesat dan melompat melalui turnamen itu," tambahnya.
Herdman memiliki pengalaman membangun tim setelah sukses bersama Timnas Wanita Selandia Baru dan Timnas Wanita Kanada sebelum membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar, mengakhiri penantian 36 tahun negara tersebut tampil di putaran final.
"Proyek itu penting, proyek nyata yang bisa menyalakan gairah Anda; ketika Anda meloloskan sebuah negara ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 36 tahun dan itu bahkan bukan negara sepak bola, Anda tahu kenangan itu tidak bisa dibeli dan tidak ada harga dalam sepak bola yang bisa membayarnya," ucapnya.
"Memikirkan bahwa Anda bisa melakukan itu dengan 280 juta orang di sebuah negara adalah sesuatu yang istimewa, itu adalah anugerah, dan inilah yang saya nikmati, kepemimpinan transformasional, serta harapan membawa tim yang dianggap underdog menuju tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya dalam periode empat tahun ke depan," tandasnya.