
ThePhrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya keberadaan pemain diaspora yang berkarier di Benua Biru untuk bermain di Super League.
Arsitek asal Inggris tersebut menilai bahwa kehadiran para pemain diaspora yang merumput di Tanah Air memberikan dimensi baru bagi Timnas Indonesia melalui standar permainan serta mentalitas profesional yang berbeda.
"Saya pikir itu penting. Saya pikir penting bahwa kami bisa mengakses pemain kami dari Eropa yang memberikan tampilan, rasa, dan standar yang berbeda," tegas Herdman.
Herdman menekankan bahwa adaptasi terhadap kondisi lingkungan di Indonesia menjadi faktor krusial yang harus diperhatikan oleh para pemain yang terbiasa berkompetisi di iklim subtropis.
Kondisi cuaca ekstrem seperti suhu panas yang menyengat serta tingkat kelembapan udara yang tinggi di Indonesia disebut sebagai tantangan yang memerlukan pembiasaan secara konsisten.
"Tetapi bagi para pemain penting untuk terbiasa dengan kondisi di sini. Kondisi di sini sangat unik, panasnya, kelembapannya. Dan saya pikir bagi pemain Eropa untuk berlatih di sini secara konsisten itu sangatlah penting," bebernya.
Dukungan Herdman agar pemain diaspora mencicipi atmosfer kompetisi lokal didasari pada logika pembangunan ketahanan fisik yang spesifik agar performa mereka tidak anjlok saat membela Timnas Indonesia.
Ia meyakini bahwa proses latihan rutin mingguan di lingkungan tropis akan memberikan kedalaman skuad yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan di level internasional.

"Tingkat toleransi fisik yang bisa mereka bangun, minggu demi minggu, itu memberi kami kekuatan dan memberi kedalaman skuad yang menurut saya kami butuhkan," ucap Herdman.
Beralih ke persiapan menyambut FIFA Series 2026, pelatih yang pernah menukangi Timnas Kanada ini menyatakan bahwa proses pemantauan kekuatan lawan kini tengah dilakukan secara intensif oleh tim kepelatihan.
Herdman mengaku telah memiliki sedikit gambaran mengenai kekuatan Timnas Saint Kitts and Nevis berdasarkan pengalaman pertemuan sebelumnya pada turnamen di bawah naungan konfederasi CONCACAF.
Selain memantau wakil dari Amerika Utara, ia juga menaruh perhatian serius pada Timnas Bulgaria yang kini tengah berada dalam fase transisi di bawah kepemimpinan pelatih baru pasca-kegagalan menembus Piala Dunia 2026.
"Mengenai persiapan, kita semua tahu bahwa sekarang proses scouting sedang berjalan. Saya tahu sedikit mengenai Timnas Saint Kitts and Nevis. Saya bertemu dengan mereka saat CONCACAF, kita berkesempatan melawan mereka. Dan, tentu saja tim seperti Timnas Bulgaria yang punya pelatih baru yang berusaha untuk memulai tahun ini usai tidak lolos ke Piala Dunia," ucap Herdman.
Variasi lawan dari lintas konfederasi yang ditawarkan oleh format FIFA Series dianggap sebagai momentum berharga bagi para pemain untuk memperkaya pengalaman bertanding mereka sekaligus hiburan bagi para penggemar.
"Saya pikir setiap lawan memberikan Anda perasaan yang berbeda-beda. FIFA Series memberikan kami lawan yang berbeda-beda tipe, dari konfederasi yang berbeda-beda. Yang di mana itu penting bagi para pemain dan fans. Jadi, persiapannya harus teliti dengan scouting. Sekarang adalah waktunya untuk memahami benar-benar gaya main kita," tandasnya. (Rangga)