sportTimnas Indonesia

John Herdman Terkesan dengan SUGBK walau Pernah ke Old Trafford

Penulis Ahmad Haidir
Mar 30, 2026
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyinggung Old Trafford saat membahas SUGBK. Foto X Manchester United.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyinggung Old Trafford saat membahas SUGBK. Foto X Manchester United.

Thephrase.id - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan pandangannya menjelang laga melawan Timnas Bulgaria dalam FIFA Series 2026. Ia menyoroti atmosfer Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, yang menurutnya memiliki keunikan tersendiri dibanding stadion-stadion besar dunia.

Ia menilai pengalaman berada di SUGBK memberikan kesan mendalam, bahkan saat kapasitas belum terisi penuh, karena dukungan suporter tetap terasa kuat dan memberi dampak signifikan terhadap suasana pertandingan.

"Saya sangat terkesan. Saya pernah ke banyak stadion besar dunia seperti Azteca, Old Trafford, dan St James' Park. Tapi pengalaman di Bung Karno sangat spesial. Atmosfernya luar biasa, belum pernah saya rasakan sebelumnya, bahkan dengan hanya 26.000 penonton," tegas Herdman.

Juru taktik berkebangsaan Kanada itu juga mengaku menantikan momen ketika stadion dipenuhi penonton. Menurutnya, energi dari tribune akan menjadi faktor penting dalam membantu performa tim di lapangan menghadapi lawan yang memiliki kualitas kompetitif.

"Saya tidak sabar merasakan energi penuh stadion. Dukungan mereka sangat terasa dan memberi energi bagi kami. Kami membutuhkan mereka. Bulgaria adalah tim kuat, jadi kami butuh energi besar dari suporter untuk membantu kami," beber Herdman.

Menjelang pertandingan tersebut, ia turut menyoroti karakter permainan lawan, khususnya dari sektor sayap yang dinilai menjadi kekuatan utama Timnas Bulgaria dalam membangun serangan melalui pola kombinasi yang terstruktur.

"Pemain sayap mereka sangat berbahaya. Mereka sering bermain dengan kombinasi segitiga di sisi lapangan. Jika mereka menemukan ritme, itu bisa sangat merepotkan. Jadi kami harus menghentikan alur permainan mereka di sisi lapangan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Herdman juga berbicara mengenai peran penyerang tengah dalam skema permainan yang ia terapkan, dengan menekankan pentingnya kontribusi di luar sekadar mencetak gol.

Ia secara khusus menyebut Ramadhan Sananta sebagai sosok yang dibutuhkan Timnas Indonesia, terutama karena kerja kerasnya dalam membuka ruang dan menjadi lini pertama dalam melakukan tekanan terhadap lawan.

"Kami membutuhkan Ramadhan Sananta. Saya sangat kecewa dengan kritik yang dia terima. Dia pemain yang selalu memberikan segalanya untuk Indonesia. Dia bermain dengan hati," tuturnya.

Herdman juga menyoroti fenomena kritik di media sosial yang menurutnya tidak proporsional. Ia menegaskan bahwa kontribusi seorang pemain tidak selalu diukur dari jumlah gol yang dicetak di setiap pertandingan.

"Kritik berlebihan di media sosial tidak pantas. Kita harus lebih baik sebagai bangsa. Perannya sangat penting, dia membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing," imbuhnya.

Untuk menggambarkan peran tersebut, ia membandingkan dengan Olivier Giroud yang pernah mengalami situasi serupa, di mana kontribusinya tetap dianggap penting meski tidak selalu mencetak gol.

"Kalau melihat pemain seperti Olivier Giroud, dia pernah tidak mencetak gol di Piala Dunia, tapi tetap dihargai karena kontribusinya untuk tim. Sananta juga seperti itu, bermain untuk tim," tandas Herdman.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic