
ThePhrase.id - Michael Carrick untuk pertama kalinya memberi sinyal terbuka mengenai keinginannya bertahan sebagai pelatih Manchester United setelah musim ini berakhir, menyusul perannya sebagai suksesor sementara Ruben Amorim sejak 13 Januari 2026.
Sejak ditunjuk menggantikan Amorim, Carrick memilih menahan diri dari pembahasan masa depan jangka panjangnya di Old Trafford dan menghindari isu sensitif yang berpotensi menimbulkan kegaduhan internal klub.
Sikap tersebut membuat pernyataannya terasa signifikan ketika ia diminta menjelaskan sejauh mana keterlibatannya dalam rencana Manchester United untuk musim panas mendatang.
"Tidak ada yang berubah, sejujurnya," ujar Carrick dilansir BBC.
"Saya sepenuhnya memahami peran yang saya jalani di sini dan tanggung jawab yang saya emban, kami ingin sukses dan saya ingin klub ini sukses melampaui akhir musim, entah itu bersama saya atau bersama orang lain," katanya.
"Pada tahap ini, saya tidak bisa mengontrol hal tersebut dan kita lihat saja apa yang akan terjadi, tetapi yang pasti adalah berupaya meningkatkan tim dan membuat Manchester United menjadi lebih kuat, hasil dalam waktu singkat tidak mengubah hal itu," lanjutnya.
"Jika pendekatan itu berubah, berarti ada sesuatu yang keliru, karena tidak bisa bersikap reaktif, baik ketika hasilnya sangat bagus maupun ketika ada beberapa persoalan yang perlu diselesaikan," sambungnya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan masa depannya jika tren positif tiga kemenangan beruntun Manchester United berlanjut sejak ia mengambil alih tugas dari Darren Fletcher bulan lalu, Carrick tetap menunjukkan sikap netral.
"Saya menikmati apa yang saya kerjakan, saya berada di sini dan saya merasa seperti di rumah, tetapi saya sepenuhnya memahami situasinya, jadi saya tidak ingin terbawa suasana," ungkap Carrick.

Manchester United disebut berkomitmen untuk mengevaluasi seluruh kandidat yang dianggap layak sebagai pengganti Amorim. Sumber berpengalaman di level klub dan internasional menyebut penunjukan pelatih berstatus peserta Piala Dunia sebelum turnamen berlangsung sebagai langkah berisiko tinggi.
Di sisi lain, Carrick mengonfirmasi bahwa bek timnas Denmark, Patrick Dorgu, berpotensi menepi hingga 10 pekan akibat cedera hamstring yang dialaminya saat menghadapi Arsenal bulan lalu.
Carrick juga mengungkap bahwa keterlibatan Steve Holland dalam staf pelatih Manchester United berawal dari hubungan Holland dengan sang kakak, Graeme Carrick, melalui jaringan Football Association.
Graeme Carrick diketahui terlibat dalam pengembangan pemain usia muda di St George’s Park pada periode yang beririsan dengan kehadiran Holland di tim nasional Inggris U-21 bersama Gareth Southgate lebih dari satu dekade lalu.
"Ketika pembicaraan berkembang dan terlihat kemungkinan saya datang ke sini, saya berdiskusi dengan kakak saya dan akhirnya menyebut nama Steve," beber Carrick.
"Ia mengenalnya dari FA dan saya sendiri beberapa kali bertemu Steve, saya sangat memahami pengalaman serta kualitasnya dan kami langsung cocok," ucap Carrick.
"Ia tumbuh sebagai penggemar besar Manchester United, itu membantu, tetapi yang terpenting adalah pengalamannya meraih sukses di Chelsea, memahami cara memenangkan trofi dengan gaya, pelatih, dan tipe pemain yang berbeda," tandasnya. (Rangga)