sportLiga Inggris

Jurgen Klopp Pernah Menjadi Rebutan Manchester United, Chelsea, Sampai Timnas Jerman Setelah Meninggalkan Liverpool

Penulis Ahmad Haidir
Feb 17, 2026
Agen Jergen Klopp, Marc Kosicke, menyatakan bahwa Manchester United dan Chelsea pernah melakukan pendekatan kepada kliennya. Foto Instagram Jurgen Klopp.
Agen Jergen Klopp, Marc Kosicke, menyatakan bahwa Manchester United dan Chelsea pernah melakukan pendekatan kepada kliennya. Foto Instagram Jurgen Klopp.

Thephrase.id - Agen Jergen Klopp, Marc Kosicke, menyatakan bahwa Manchester United dan Chelsea pernah melakukan pendekatan kepada mantan pelatih Liverpool tersebut setelah ia meninggalkan Anfield pada akhir musim 2023-2024.

Dalam wawancara bersama Transfermarkt, Kosicke mengungkapkan bahwa selain dua klub Liga Inggris tersebut, Klopp juga memiliki peluang untuk menangani Timnas Inggris maupun Timnas Amerika Serikat seusai mengakhiri masa tugasnya di Liverpool.

Pernyataan tersebut dibantah oleh Manchester United dan Chelsea yang disebut tidak pernah melakukan pendekatan, baik secara langsung maupun melalui perantara, sebagaimana dipahami Press Association.

ESPN pada 2024 melaporkan bahwa Timnas Amerika Serikat dan Timnas Inggris sempat mencari Klopp dalam proses pencarian pelatih, akan tetapi pada akhirnya tidak tercapai kesepakatan.

Klopp yang kini berusia 58 tahun sebelumnya menangani Mainz dan Borussia Dortmund sebelum menjalani sembilan tahun karier di Liverpool. Saat ini menjabat sebagai Head of Global Football di Red Bull.

"Mungkin suatu saat dia akan mengatakan bahwa dirinya ingin kembali mencium aroma ruang ganti, tetapi saat ini dia sangat, sangat bahagia dengan perannya," tegas Kosicke.

Kosicke juga menyebut bahwa sebelum bergabung dengan Red Bull, Klopp berpeluang melatih Timnas Amerika Serikat atau Timnas Inggris, serta Timnas Jerman apabila posisi tersebut belum diisi Julian Nagelsmann.

"Sebelum bergabung dengan Red Bull, Jurgen bisa saja melatih Timnas Amerika Serikat atau Inggris, dan mungkin juga Timnas Jerman jika Julian Nagelsmann belum berada di sana," bebernya.

Ia menambahkan bahwa minat dari klub-klub Inggris tetap berdatangan meskipun Klopp telah menyampaikan sikapnya untuk tidak melatih klub lain di Inggris selain Liverpool.

"Bahkan Chelsea dan Manchester United melakukan penelusuran, meskipun Jurgen telah menyatakan dengan jelas bahwa dirinya tidak akan melatih klub lain di Inggris," lanjutnya.

Kosicke turut menyatakan bahwa Klopp merasa puas dengan pencapaiannya selama ini dan mencatatkan karier sebagai salah satu pelatih yang hanya menangani tiga klub tanpa pernah diberhentikan.

"Penelusuran seperti ini terus berdatangan. Dia sangat bahagia dengan apa yang telah dicapainya. Dan tetap luar biasa untuk dikenang sebagai salah satu dari sedikit pelatih yang hanya menangani tiga klub dan tidak pernah dipecat," sambungnya.

Ia juga mengklaim bahwa Timnas Amerika Serikat melakukan pendekatan sebelum menunjuk Mauricio Pochettino sebagai pengganti Gregg Berhalter pada September 2024, sementara Asosiasi Sepak Bola Inggris kemudian menetapkan Thomas Tuchel sebagai suksesor Gareth Southgate pada Januari 2025.

Pada Oktober 2025, Klopp menyatakan belum memiliki rencana untuk kembali melatih. Namun tidak menutup kemungkinan kembali ke Liverpool pada masa mendatang apabila situasinya memungkinkan.

"Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak akan pernah melatih tim lain di Inggris. Jadi itu berarti jika saya kembali, maka itu adalah Liverpool. Jadi secara teori hal tersebut mungkin saja terjadi," kata Klopp.

"Saya mencintai apa yang saya lakukan saat ini, saya tidak merindukan pekerjaan melatih seperti dulu. Saya tetap melatih, hanya saja berbeda, bukan para pemain. Saya tidak merindukan berdiri di tengah hujan selama dua setengah hingga tiga jam. Saya tidak merindukan menghadiri konferensi pers tiga kali dalam sepekan dan menjalani 10 hingga 12 wawancara setiap minggu. Saya tidak merindukan itu," tandasnya. 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic