trending

Juru Bicara Iran Beri Peringatan Keras Soal Invasi Darat: Pasukan AS akan “Ditelan Hiu” di Teluk Persia

Penulis Rangga Bijak Aditya
Mar 30, 2026
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Enrahim Zolfaqari. (Foto: Tasnimnews.ir)
Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Enrahim Zolfaqari. (Foto: Tasnimnews.ir)

ThePhrase.id - Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Enrahim Zolfaqari memberikan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) terkait potensi invasi darat yang akan segera dilakukan.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (29/3), Zolfaqari menekankan bahwa setiap upaya pendudukan wilayah Iran akan berujung pada konsekuensi yang sangat serius bagi pihak penyerang.

Ia menegaskan, ancaman tersebut bukan sekadar retorika. Ia bahkan menggambarkan nasib pasukan AS dengan ungkapan tajam, yakni pasukan AS akan lenyap ditelan hiu di Teluk Persia.

“Para komandan dan tentara AS pada akhirnya akan menjadi makanan hiu di Teluk Persia,” ujar Enrahim, dikutip Kompas. Ia menegaskan konsekuensi serius jika ada pasukan asing yang mencoba menyerang.

Zolfaqari juga memperingatkan agar Washington tidak melanjutkan rencana invasi darat ke Iran. Menurutnya, langkah tersebut akan membawa dampak besar yang merugikan dan mempermalukan militer AS sendiri.

Ia menanggapi wacana Presiden AS, Donald Trump mengenai kemungkinan operasi militer untuk menduduki pulau-pulau strategis di Teluk Persia, yang dinilainya tidak realistis serta dipengaruhi tekanan eksternal.

Lebih lanjut, ia mengkritik kebijakan militer AS yang dianggap menempatkan pasukannya dalam situasi berbahaya.

Juru bicara Iran itu menyebut bahwa personel AS di kawasan telah menghadapi ancaman harian, sementara sejumlah pangkalan dilaporkan hancur sehingga membuat pasukan AS terpaksa berlindung di fasilitas sipil dan ekonomi negara-negara di kawasan, namun tetap berada dalam kondisi rentan terhadap serangan.

Adapun Zolfaqari menegaskan bahwa Iran telah lama mempersiapkan diri menghadapi skenario terkait kemungkinan invasi darat. Ia memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi akan berujung pada penangkapan, kehancuran, hingga lenyapnya pasukan penyerbu.

AS Tambah Personel Militer di Timur Tengah

Sebelumnya diketahui, jumlah pasukan militer AS di Timur Tengah saat ini telah melampaui 50.000 prajurit, setelah kedatangan 2.500 marinir dan 2.500 pelaut tambahan beberapa waktu lalu.

Peningkatan personel militer AS di kawasan itu tengah menjadi sorotan sebagaimana jumlah tersebut tercatat 10.000 lebih banyak dibandingkan jumlah personel dalam kondisi normal.

Menurut laporan New York Times, Presiden Trump tengah mempertimbangkan operasi militer skala besar untuk merebut wilayah strategis. Langkah ini disebut sebagai upaya membuka kembali Selat Hormuz yang diblokade Iran. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic