
ThePhrase.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memodernisasi sarana sejumlah kereta api jarak jauh dengan menghadirkan rangkaian Stainless Steel New Generation (SS NG). Pembaruan ini diterapkan pada empat kereta api, yakni KA Gajayana, KA Parahyangan, KA Ranggajati, dan KA Cirebon Fakultatif, yang dioperasikan secara bertahap mulai 10 hingga 12 Januari 2026.
KA Gajayana relasi Malang–Gambir (PP) menjadi kereta pertama yang menggunakan rangkaian SS NG pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sementara itu, keberangkatan arah sebaliknya, Gambir–Malang, mulai menggunakan sarana baru pada Minggu, 11 Januari 2026. Pada tanggal yang sama, rangkaian Stainless Steel New Generation juga mulai dioperasikan pada KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP).
Selain itu, KAI turut memperbarui sarana KA Ranggajati relasi Cirebon–Jember (PP) serta KA Cirebon Fakultatif relasi Cirebon–Gambir (PP). Kedua kereta api tersebut mulai menggunakan rangkaian SS NG secara bertahap pada 11 dan 12 Januari 2026, sebagaimana diumumkan melalui unggahan resmi Instagram KAI.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pengoperasian rangkaian Stainless Steel New Generation telah melalui kesiapan teknis dan standar keselamatan yang ketat. Seluruh sarana telah menjalani uji keselamatan dan dinyatakan layak operasi sebelum melayani pelanggan. Menurutnya, modernisasi ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kualitas layanan perjalanan jarak jauh agar semakin nyaman, aman, dan andal.
Dari sisi fasilitas, rangkaian eksekutif Stainless Steel New Generation menghadirkan berbagai pembaruan. Setiap kereta memiliki kapasitas 50 tempat duduk dengan model captain seat yang dapat direbahkan serta diputar searah atau berhadapan dengan arah laju kereta. Interior dirancang lebih modern dan bersih, dilengkapi Passenger Information Display System (PIDS) yang menampilkan informasi perjalanan secara real-time, mulai dari stasiun terdekat, kecepatan kereta, hingga suhu ruangan.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi pintu elektrik otomatis yang lebih senyap, jendela tempered double glass untuk meredam panas dan kebisingan, USB charger port di setiap kursi, serta stop kontak listrik. Di area toilet, tersedia keran khusus untuk berwudhu dan baby care desk untuk mengganti popok bayi, khususnya di toilet wanita.
Sementara itu, pada rangkaian ekonomi Stainless Steel New Generation, kapasitas mencapai 72 kursi dengan kursi reclining serta fasilitas penunjang lainnya.
Sebagai informasi, KA Gajayana hanya melayani kelas eksekutif, sedangkan KA Parahyangan melayani kelas eksekutif dan ekonomi.
Hingga November 2025, KAI telah menerima 34 trainset Stainless Steel New Generation produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Kehadiran sarana baru ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pelayanan KAI sekaligus meningkatkan pengalaman perjalanan pelanggan. [nadira]