
ThePhrase.id - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang berlayar menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat angkatan laut Israel di perairan Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5). Dalam insiden tersebut, satu aktivis dan empat jurnalis asal Indonesia ditahan saat mengikuti misi kemanusiaan bersama Global Sumud Flotilla.
Insiden itu terjadi setelah para relawan menerima “red alert” atau peringatan darurat terkait pergerakan kapal perang dan drone Israel yang terus mengawasi rombongan pada malam sebelumnya. Menjelang pagi waktu Istanbul, jumlah kapal militer Israel yang mengitari armada dilaporkan semakin banyak hingga operasi pencegatan dilakukan sekitar 200 mil laut dari Gaza.
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), lima WNI yang ditahan terdiri atas satu aktivis dan empat jurnalis. Aktivis tersebut adalah Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat yang berada di kapal Josef.
Sementara itu, tiga jurnalis yang berada di kapal Ozgurluk yakni Thoudy Badai dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews, serta Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo. Adapun jurnalis Republika, Bambang Noroyono atau Abeng, diketahui berada di kapal BoraLize saat armada dicegat Israel.
Republika juga menayangkan video yang memperlihatkan kondisi Bambang Noroyono usai insiden terjadi. Dalam video yang diunggah melalui Instagram, Bambang tampak mengenakan jaket hitam sambil menunjukkan paspor Indonesia.
Di sisi lain, sejumlah WNI dilaporkan selamat dan tetap melanjutkan misi kemanusiaan. Relawan kemanusiaan sekaligus pendiri International Networking for Humanitarian, Muhammad Husein, menyebut empat WNI yang selamat adalah Hendro, As’ad, Herman, dan Ronggo.
Berdasarkan keterangan Dokter Maimun yang berada di command center di Istanbul, Turki, keempat WNI tersebut berada di kapal Karsi, Sadabat, dan Zefiro sehingga tidak ikut ditahan dalam intersepsi tersebut.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan sedikitnya 10 kapal Global Sumud Flotilla ditangkap oleh tentara Israel. Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
“Kementerian Luar Negeri mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan,” ujar Yvonne.
Yvonne menambahkan bahwa pihaknya terus memastikan keselamatan para WNI yang terlibat dalam misi tersebut. Sebagaimana dilaporkan Antara, Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan serta mempercepat proses pemulangan mereka. (Syifaa)