trending

Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang

Penulis Ashila Syifaa
Mar 04, 2026
Ilustrasi - Jalan tol. (Foto: ANTARA/HO-Jasa Marga)
Ilustrasi - Jalan tol. (Foto: ANTARA/HO-Jasa Marga)

ThePhrase.id - Menjelang periode mudik Lebaran 2026, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyiapkan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik pada Hari Raya Idulfitri 1447 H. Pada arus mudik tahun ini, puncaknya diprediksi terjadi dalam dua gelombang.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026 di Gedung PTIK, Senin (2/3). Prediksi itu didasarkan pada hasil survei Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama Kementerian Perhubungan.

Menurut Sigit, gelombang pertama arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 18–19 Maret 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh perayaan Idulfitri yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, sehingga pergerakan masyarakat diperkirakan meningkat dalam dua periode berbeda.

“Sehingga perlu adanya pengaturan penyeberangan antara Jawa Timur dengan Bali karena menghormati Hari Raya Nyepi,” ujar Sigit. 

Ia juga meminta dilakukan pengaturan penyeberangan dari Jawa Timur menuju Bali untuk mengantisipasi kepadatan, terutama di jalur menuju pelabuhan penyeberangan. Selain pengaturan lalu lintas, pemerintah juga akan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) setelah arus mudik gelombang pertama, pada 16–17 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, Operasi Ketupat 2026 akan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, Kementerian Perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu akan didirikan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan guna memastikan keamanan serta kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik.

Polri juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah (one way), contraflow, serta pembatasan operasional kendaraan angkutan barang pada waktu tertentu. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara situasional berdasarkan hasil pemantauan volume kendaraan di lapangan.

Sejumlah jalur utama yang menjadi perhatian antara lain ruas Tol Trans Jawa, jalur Pantura, serta penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang setiap tahunnya mengalami lonjakan signifikan saat musim mudik Lebaran.

Di sisi lain, Sigit menyebut puncak arus balik juga diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret untuk gelombang pertama dan 28–29 Maret untuk gelombang kedua.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi kelancaran dan keselamatan bersama. [Syifaa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic