trending

Karhutla Bromo Telan 4 Korban Jiwa dan 2 Orang Alami Luka Bakar

Penulis Firda Ayu
Oct 16, 2026
Karhutla di Bromo pada Agustus 2026 lalu (Foto: bnpb.go.id)
Karhutla di Bromo pada Agustus 2026 lalu (Foto: bnpb.go.id)

ThePhrase.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, menelan korban jiwa. Sebanyak empat orang meninggal dunia saat berupaya memadamkan api pada Kamis (15/10/2026). Dua di antaranya merupakan relawan dari karyawan hotel setempat, sedangkan dua lainnya adalah petugas TNBTS.

Selain korban meninggal, insiden tersebut juga mengakibatkan dua orang mengalami luka bakar. Para korban terjebak kobaran api dan kepulan asap pekat saat melakukan pemadaman di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, Kecamatan Sukapura.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi TNBTS, identitas empat korban meinggal dunia tersebut, adalah:

  1. Sukaris (55), petugas TNBTS.
  2. Hendra Rony Wigayanata (25), petugas TNBTS.
  3. Wisnu Yuda Pratama (25), relawan dari karyawan hotel setempat.
  4. Sefriel Ardiansyah (19), relawan dari karyawan hotel setempat.

Awalnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan tiga lainnya mengalami luka bakar. Namun, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang setelah Hendra Rony Wigayanata yang sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Sukapura dinyatakan meninggal dunia.

Kronologi Petugas dan Relawan Terjebak Api

Peristiwa bermula pada Kamis (15/10/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, ketika tim gabungan berjumlah 12 orang bergerak menuju lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman. Tim tersebut terdiri dari petugas Balai Besar TNBTS, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), serta relawan dari karyawan hotel setempat.

Mereka berupaya membantu memadamkan api yang dilaporkan meluas di kawasan Bukit Kembang Puncak Sari dan Pusung Lingker, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Namun, kondisi di lapangan memburuk akibat hembusan angin kencang yang membuat api merambat dengan cepat. Kepulan asap pekat juga menyulitkan proses pemadaman hingga sejumlah petugas dan relawan terjebak di tengah kobaran api.

Sekitar pukul 13.30 WIB, anggota tim yang berada di luar jangkauan api menerima informasi darurat mengenai petugas dan relawan yang membutuhkan pertolongan.

"Pada pukul kurang lebih 13.30 WIB, beberapa petugas maupun relawan yang berada di lokasi mendapat informasi ada petugas penanganan karhutla meminta pertolongan karena terjebak kobaran api dan kepulan asap yang cukup pekat," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Kamis (15/10) melansir Kompas Surabaya.

Saat tim penolong tiba, sejumlah personel ditemukan tumbang. Enam orang dinyatakan selamat, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), dan tiga lainnya mengalami luka bakar. Proses evakuasi berlangsung di tengah medan perbukitan yang sulit dijangkau. 

Dari tiga korban yang semula mengalami luka bakar, satu di antaranya merupakan Hendra Rony Wigayanata kemudian meninggal dunia.

Sementara itu, dua korban luka lainnya, yakni seorang relawan Masyarakat Mitra Polhut berinisial M dan seorang relawan berinisial S masih mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan dirujuk dari RSUD Tongas menuju RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Seiring penanganan api Karhutla Bromo, Polda Jatim menegaskan akan mengusut tuntas penyebab pasti kebakaran, termasuk mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun tindak pidana yang menelan empat orang tersebut.

"Terkait adanya unsur kelalaian ataupun unsur tindak pidana, tentu kami harus melakukan pendalaman terkait dengan penyebab pasti dari meninggalnya korban maupun yang mengalami luka bakar. Untuk penyebabnya masih dilakukan pendalaman sehingga kita belum bisa memastikan secara pasti," pungkas Jules. [fa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic