
ThePhrase.id – Nama Harry Halim mungkin masih terdengar asing di telinga masyarakat awam. Namun, di kalangan pecinta fesyen, namanya telah banyak digaungkan, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah mancanegara.
Harry Halim adalah salah satu desainer fesyen asal Indonesia yang namanya sudah meledak di kancah internasional lewat karya-karyanya yang berani dan punya karakter visual yang ‘khas’. Tak hanya di Indonesia, Harry juga dikenal luas di panggung global, mulai dari Paris hingga panggung besar di Asia dan Eropa.
Lahir di Indonesia, Harry dibesarkan di Singapura dan memulai kariernya di dunia fesyen secara tak terduga. Awalnya Harry tak tertarik untuk menjadi seorang desainer, namun ia suka akan sesuatu yang glamour serta senang berkreasi untuk membuat sesuatu.
Saat itulah, ia bertemu dengan seorang dosen fashion yang menyarankannya untuk belajar mengenai mode. Ia kemudian mengambil tawaran tersebut dan menempuh pendidikan mode di LaSalle College of the Arts, Singapura. Selama masa pendidikan itu, ia belajar dari nol tentang desain dan jahit, kemudian mulai jatuh cinta dengan dunia mode.
Setelah lulus, ia sempat bekerja untuk desainer legendaris di Singapura, Celia Loe. Ia kemudian pindah ke London untuk memperdalam pengetahuan dan kemampuannya tentang mode. Ia juga menjajal kemampuannya dengan mengikuti kompetisi Asian Young Designers Contest di tahun 2006, yang berhasil ia menangkan serta membawa namanya makin dikenal sebagai desainer profesional.

Penghargaan tersebut kian memantapkan niat Harry untuk mendirikan label independennya sendiri di Paris, Prancis, ibu kota mode dunia, demi mewujudkan keinginannya menampilkan desain di panggung global. Kerja keras itupun membuahkan hasil ketika pada 2012 koleksi karyanya berhasil menembus Paris Fashion Week, menjadikannya desainer Indonesia pertama yang meraih pencapaian tersebut.
Karya-karya Harry Halim sendiri dikenal dengan desainnya yang kuat, potongan berani, dan konsep genderless yang ia usung pada beberapa rancangannya. Tak hanya itu, Harry juga dikenal akan karya-karyanya yang punya nuansa romantisme.
Ciri khas ini membawa puluhan koleksi Harry Halim eksis di berbagai runway bergengsi, termasuk pada show-nya di Jakarta Fashion Week 2023. Pada gelaran bertema The Impossible Love ini membaurkan elemen klasik dan avant-garde dengan pendekatan gender-fluid, yang memadukan elemen maskulin dan feminin dalam satu koleksi. Lewat pendekatan genderless fashion, Harry melihat fesyen sebagai bentuk ekspresi bebas yang tak seharusnya dibatasi stereotip.
"Audience di Indonesia selalu kepikiran genderless fashion selalu mengacu pada LGBT. Sebenarnya, unisex untuk semua orang bisa female atau male, tapi tetap bisa terlihat laki atau perempuan," jelas Harry Halim pada peluncuran koleksi White Lies miliknya untuk Spring/Summer 2024, melansir Fimela.
Salah satu bentuk pendekatannya terhadap genderless fashion adalah melalui boots. Boots rancangannya tersebut tak hanya menjadi accessories tetapi juga menjadi salah satu statement yang menjadi andalan Harry Halim. Koleksinya mulai dari Kitana Ankle Witch, Gaga Boots, hingga Bratz Boots tersebut pernah dikenakan oleh artis ternama seperti Miley Cyrus dan Billy Porter.
Seiring waktu, Harry berhasil menarik perhatian selebritas dunia. Beberapa nama besar yang pernah mengenakan rancangan Harry termasuk Cardi B, Dua Lipa, Alesha Dixon, Billy, hingga CL 2NE1. Karya-karya Harry Halim tak hanya dikenakan para artis tersebut di panggung, namun juga di video musik serta acara spesial bergengsi.
Di awal tahun 2026, karya Harry Halim kembali mencuri perhatian publik saat Liu Yuning mengenakan outfit megah rancangan Harry dalam konsernya di Chengdu. Liu Yuning tampil mengenakan outfit elegan berwarna putih lengkap dengan topi bulu besar ikonik.
Tak hanya Liu Yuning, Vanness Wu juga menggunakan kostum panggung yang dirancang oleh Harry, dengan nuansa lebih gelap. Vanness Wu mengenakan kostum konser dan topi lebar berwana hitam yang memadukan gaya classic rock dengan desain khas Harry Halim.
“Fashion lebih dari sekadar pakaian, tapi merupakan bentuk ekspresi dan cerminan dari siapa kita sebenarnya,” tulis Harry Halim melalui akun Instagram miliknya, @harryhalim. [fa]