sportLiga Inggris

Kasus Finansial Manchester City Buka Tabir Belanja Rp28 Triliun, Puluhan Klub Ikut Kecipratan

Penulis Ahmad Haidir
Oct 04, 2026
Manchester City menghabiskan sekitar 1,2 miliar poundsterling (Rp28,42 triliun) untuk mendatangkan pemain sepanjang 2009 hingga 2018. Foto X Manchester City.
Manchester City menghabiskan sekitar 1,2 miliar poundsterling (Rp28,42 triliun) untuk mendatangkan pemain sepanjang 2009 hingga 2018. Foto X Manchester City.

Thephrase.id - Manchester City menghabiskan sekitar 1,2 miliar poundsterling (Rp28,42 triliun) untuk mendatangkan pemain sepanjang 2009 hingga 2018, sedangkan pengeluaran bersih The Citizens pada periode tersebut mencapai sekitar 900 juta poundsterling (Rp21,32 triliun).

Periode tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan Manchester City hingga kemudian menjadi salah satu klub besar di Inggris, sementara suatu komisi independen menyatakan adanya pelanggaran terhadap sejumlah regulasi finansial oleh klub.

Meski begitu, angka lebih dari 900 juta poundsterling (Rp21,32 triliun) yang disebut komisi independen telah dibukukan secara berlebihan tidak seluruhnya berkaitan dengan transfer pemain karena mencakup berbagai kewajiban lain seperti gaji, pembangunan infrastruktur, asuransi, utilitas, dan biaya operasional.

Belanja transfer pemain tetap menjadi salah satu komponen terbesar dalam pengeluaran Manchester City pada periode tersebut, dengan dana yang dikeluarkan klub mengalir kepada puluhan klub dari berbagai negara.

Dalam transaksi untuk pemain senior, Manchester City tercatat melakukan pembayaran transfer kepada 46 klub dari 19 sistem liga nasional, sementara daftar tersebut tidak memasukkan pemain yang direkrut secara gratis, dipinjam, maupun berasal dari akademi.

BBC mencatat, Wolfsburg menjadi klub yang memperoleh pembayaran terbesar dari Manchester City dengan total sekitar 96,5 juta poundsterling (Rp2,29 triliun) melalui kepindahan Edin Dzeko dan Kevin De Bruyne.

Monaco berada di urutan berikutnya dengan pemasukan sekitar 91,5 juta poundsterling (Rp2,17 triliun) dari transfer Benjamin Mendy dan Bernardo Silva, sedangkan Arsenal menerima sekitar 71 juta poundsterling (Rp1,68 triliun) untuk Emmanuel Adebayor, Kolo Toure, Samir Nasri, dan Gael Clichy.

Everton mendapatkan sekitar 63 juta poundsterling (Rp1,49 triliun) melalui transfer Joleon Lescott, Jack Rodwell, dan John Stones, sementara Valencia memperoleh sekitar 62,5 juta poundsterling (Rp1,48 triliun) dari David Silva dan Nicolas Otamendi.

Athletic Bilbao menerima sekitar 55,5 juta poundsterling (Rp1,31 triliun) untuk Aymeric Laporte, sedangkan Liverpool mendapatkan sekitar 54,5 juta poundsterling (Rp1,29 triliun) ketika Raheem Sterling meninggalkan klub untuk bergabung dengan Manchester City.

Porto memperoleh sekitar 51,5 juta poundsterling (Rp1,22 triliun) dari Eliaquim Mangala dan Fernando, Benfica mendapatkan sekitar 51 juta poundsterling (Rp1,21 triliun) dari Javi Garcia dan Ederson, sementara Tottenham Hotspur menerima sekitar 45 juta poundsterling (Rp1,07 triliun) untuk Kyle Walker.

Schalke mendapatkan sekitar 44,5 juta poundsterling (Rp1,05 triliun) dari transfer Leroy Sane, sedangkan Aston Villa memperoleh sekitar 41 juta poundsterling (Rp971,1 miliar) dari Gareth Barry, James Milner, dan Fabian Delph, dengan lebih dari seperempat pengeluaran transfer Manchester City pada periode tersebut mengalir kepada klub-klub Premier League.

Besarnya dana yang dikeluarkan Manchester City turut memberikan pengaruh terhadap pasar transfer dan membuat klub-klub penjual memperoleh pemasukan besar, meskipun penggunaan dana tersebut menghasilkan perkembangan yang berbeda bagi masing-masing klub.

Wolfsburg, misalnya, menggunakan sebagian dana dari penjualan De Bruyne untuk merekrut Julian Draxler dengan nilai sekitar setengah dari biaya yang diterima dari Manchester City, sebelum posisi klub di Bundesliga menurun dari peringkat kedua menjadi kedelapan dan kemudian nyaris terdegradasi dalam dua musim berikutnya.

Monaco juga mengalami perubahan setelah melepas Mendy dan Bernardo Silva pada musim panas yang sama, dengan Terence Kongolo dan Keita Balde yang didatangkan sebagai bagian dari regenerasi tidak bertahan sebagai solusi jangka panjang ketika klub bergerak dari juara Ligue 1 dan semifinalis Liga Champions menuju posisi yang hampir terdegradasi dalam kurun dua tahun.

Aliran uang tersebut tidak hanya berhenti pada klub yang melakukan transaksi langsung dengan Manchester City karena sejumlah pihak lain turut mendapatkan pemasukan melalui klausul penjualan kembali dalam kesepakatan transfer sebelumnya.

Queens Park Rangers, misalnya, memperoleh sekitar 9 juta poundsterling (Rp213,2 miliar) dari kepindahan Sterling ke Manchester City melalui Liverpool, sedangkan Barnsley mendapatkan sekitar 7 juta poundsterling (Rp165,8 miliar) ketika John Stones pindah dari Everton ke Manchester City.

Everton juga harus membayarkan sekitar 2,5 juta poundsterling (Rp59,2 miliar) kepada Wolverhampton Wanderers berdasarkan kesepakatan sebelumnya ketika Joleon Lescott pindah ke Manchester City pada 2009, sehingga rangkaian transaksi tersebut menunjukkan bagaimana satu transfer dapat menghasilkan aliran dana kepada lebih dari satu klub.

Aliran dana Manchester City sepanjang 2009 hingga 2018 pada akhirnya tidak hanya melibatkan klub-klub yang bertransaksi secara langsung, tetapi juga pihak lain melalui berbagai klausul transfer yang membuat dampak finansial dari satu kepindahan pemain dapat berlanjut ke sejumlah klub lain.

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic