Kate Middleton, Princess of Wales dan Promotor Kesehatan Mental

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Catherine Elizabeth Middleton atau akrab disapa Kate Middleton merupakan salah satu anggota kerajaan Inggris setelah ia menikah dengan pewaris takhta Inggris, Pangeran William. Pernikahan ini menjadikannya sebagai calon permaisuri berikutnya.

Foto: Kate Middleton pada Kunjungannya ke Skotlandia (Getty Images)

Setelah meninggalnya Ratu Elizabeth II pada 8 September 2022, Kate secara resmi memegang gelar Princess of Wales yang sebelumnya dipegang oleh mendiang Princess Diana. Sebelumnya ia memegang gelar Duchess of Cambridge.

Kini menjadi bagian dari keluarga kerajaan, ternyata Kate Middleton berasal dari keluarga biasa. Lahir pada 9 Januari 1982 di Reading, Kate merupakan anak pertama dari pasangan Michael dan Carole Middleton.

Orang tuanya bertemu saat bekerja sebagai pramugari di British Airways. Pada tahun 1987 kedua orang tuanya mendirikan bisnis mail-order yang menjual perlengkapan untuk pesta anak-anak. Keberhasilan usaha itu memungkinkan mereka untuk mengirim sang putri ke sekolah terbaik seperti St Andrew’s Prep School, Downe House, dan Marlborough College.

Masa sekolah tidak datang tanpa konflik. Kate meninggalkan sekolah asrama khusus perempuan Downe House pada usia 14 tahun, karena intimidasi dan ejekan dari siswa lain. Pada hari pertamanya di co-ed Marlborough, beberapa anak laki-laki menilai siswa yang masuk berdasarkan daya tarik dan kepribadian. Mereka memberi Kate nilai dua dari 10.

Terlepas dari peristiwa tersebut, Kate berhasil dalam studinya, lulus 11 GCSE dan tiga ujian A-level.

Kate Middleton dan Pangeran William
Foto: Kate Middleton dan Pangeran William (instagram.com/princeandprincessofwales)

Pada tahun 2001, Kate memulai pendidikannya di University of St. Andrews di Skotlandia di mana ia bertemu dengan Pangeran William, sesama mahasiswa sejarah seni tahun pertama. Middleton dan William tinggal di asrama yang sama di kampus, St. Salvator’s Hall. Mereka berbagi beberapa kelas dalam jadwal kursus dan segera menjadi teman.

Sementara mereka sering berbagi sarapan dan berjalan ke kelas bersama, keduanya tidak tertarik satu sama lain secara romantis pada awalnya. Middleton berkencan dengan senior Rupert Finch, dan William sibuk berurusan dengan pers sebagai penerus tahta.

Pada akhir semester tahun 2002, pacar Middleton lulus, dan pasangan itu segera berpisah karena masalah jarak. Baru lajang dan memasuki tahun keduanya, Middleton dan beberapa temannya diundang untuk berbagi apartemen dengan William, sebuah latar yang memungkinkan romansa mereka berkembang.

Foto: Kate Middleton bersama Pangeran William dan tiga anaknya (instagram.com/princeandprincessofwales)

Keduanya mulai berkencan, meskipun hubungan mereka tidak dipublikasikan sampai mereka difoto bersama saat berlibur di Swiss pada tahun 2004.

Meskipun sering diganggu paparazzi, ia tetap berusaha mempertahankan kehidupan pribadi. Setelah lulus dari St. Andrews pada tahun 2005, dia sempat bekerja sebagai pembeli aksesori untuk pengecer pakaian, dan dia kemudian mengambil berbagai peran di perusahaan orang tuanya sambil juga melakukan sejumlah pekerjaan amal.

Menyusul beberapa tahun spekulasi intens dari media Inggris tentang rencana pernikahan pasangan itu yang membuatnya dijuluki “Waity Katie”, Kate Middleton dan Pangeran William akhirnya mengumumkan pertunangannya pada November 2010.

Dalam persiapan untuk masuk ke keluarga kerajaan, Kate Middleton kembali menggunakan nama yang lebih formal, Catherine. Ia resmi menikah dengan William pada 29 April 2011 dan keduanya resmi menerima gelar Duke and Duchess of Cambridge.

Putra pertama pasangan itu, Pangeran George Alexander Louis, lahir pada 22 Juli 2013, dan putri mereka, Putri Charlotte Elizabeth Diana dari lahir pada 2 Mei 2015. Catherine kemudian melahirkan putra kedua, Pangeran Louis Arthur Charles pada 23 April 2018.

Terlibat Dalam Badan Amal
Foto: instagram.com/princeandprincessofwales

Setelah pernikahannya, Kate mengemban tugas dan komitmen kerajaan untuk mendukung Ratu. Pada bulan Maret 2011, Duke dan Duchess of Cambridge melalui Yayasan Pangeran William dan Pangeran Harry memberi hadiah pernikahan mereka dari masyarakat untuk badan amal.

Pada Juni 2012, Yayasan Pangeran William dan Pangeran Harry berganti nama menjadi Yayasan Kerajaan Duke dan Duchess of Cambridge dan Pangeran Harry, untuk mencerminkan kontribusi Catherine terhadap badan amal tersebut. Badan amal itu sekarang terdaftar sebagai The Royal Foundation of the Duke and Duchess of Cambridge.

Pekerjaan amal Catherine berfokus pada masalah seputar anak, kesehatan mental, olahraga, kecanduan, dan seni. Pengaruhnya yang besar pada badan amal dan visibilitas proyek disebut “Efek Kate”.

Dia saat ini tercatat terlibat dalam sejumlah badan amal termasuk Action for Children, All England Lawn Tennis and Croquet Club, Anna Freud Centre, East Anglia’s Children’s Hospices (EACH), Rumah Sakit Anak Evelina London, Family Action, Maternal Mental Health Alliance, National Galeri Potret, Museum Sejarah Alam, NHS Charities Together, Place2Be, Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, SportsAid, 1851 Trust, Foundling Museum, Lawn Tennis Association, Royal Photography Society, dan Museum Victoria dan Albert.

Foto: Kate Middleton Melakukan Kegiatan di Badan Amal (instagram.com/princeandprincessofwales)

Tak hanya itu, dirinya bersama dengan sang suami dan Pangeran Harry membentuk inisiatif Heads Together untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental. Pada Januari 2018, mereka mengumumkan peluncuran situs web yang dirancang untuk menyediakan sumber daya bagi guru dan sekolah yang mencari bantuan di bidang itu.

“Kami tahu bahwa kesehatan mental adalah masalah bagi kita semua – anak-anak dan orang tua, tua dan muda, pria dan wanita – dari semua latar belakang dan semua keadaan. Ketika kita campur tangan di awal kehidupan, kita membantu menghindari masalah yang jauh lebih menantang untuk ditangani di masa dewasa,” ujar Kate.

Pada April 2020, setelah merebaknya virus corona, Duke dan Duchess berjanji untuk menggunakan yayasan mereka untuk mendukung responden garis depan dan keluarga selama krisis kesehatan.

Pada Februari 2021, Catherine membagikan pesan video tentang pentingnya kesehatan mental positif selama pandemi. The Duchess mendorong anak-anak dan orang tua untuk berbagi pikiran dan perasaan mereka. Duchess juga menyoroti perlunya orang tua dan pengasuh untuk menjaga kesehatan mental mereka sendiri di masa pandemi. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you