trending

Keamanan MBG Lagi-Lagi Disorot: Bakteri hingga Belatung Ditemukan pada Makanan Siswa di Semarang dan Kubu Raya

Penulis Rangga Bijak Aditya
Aug 13, 2026
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: bgn.go.id)
Ilustrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: bgn.go.id)

ThePhrase.id - Kelalaian pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian setelah muncul sejumlah persoalan terkait keamanan makanan di lingkungan sekolah, seperti temuan bakteri berbahaya hingga paket MBG berbelatung.

Dilansir Kompas, salah satu kasus terjadi di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, yang menyebabkan sebanyak 707 orang, terdiri atas 693 siswa dan 14 tenaga pendidik dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang terhadap menu MBG yang dibagikan pada akhir Juli 2026 lalu itu, ditemukan adanya kontaminasi tiga jenis bakteri, yakni Escherichia coli (E. coli), Staphylococcus, dan Salmonella pada sampel makanan.

“SMK Negeri 6, E. coli positif, Staphylococcus positif, kemudian Salmonella positif, terutama pada lauk. Lauknya kemarin ada ayam, telur puyuh, rata-rata di sana. Jadi memang tingkat tingginya yang di protein positif semua,” ungkap Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam pada Selasa (11/8).

Adapun hasil pemeriksaan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Temuan Belatung dalam MBG

Persoalan MBG juga mencuat di SDN 01 Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Dalam salah satu paket makanan yang diterima siswa pada Senin (10/8), ditemukan belatung yang bergerak di lauk ayam dan tempe goreng.

Usai kejadian tersebut, Sekda Kubu Raya sekaligus Ketua Satgas MBG Kubu Raya, Yusran Anizam menyatakan akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab ditemukannya belatung dalam makanan MBG. 

Apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan, pemerintah daerah akan menjatuhkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Sesuai dengan SOP, ini akan diteliti, diselidiki permasalahan di mana, tentu salahnya di mana. Kalau ini ada unsur kesengajaan, apalagi, tentu akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku, apa yang diarahkan oleh Kepala BGN yang baru,” kata Yusran kepada awak media.

Selain itu, SPPG yang terbukti tidak mampu menjalankan tugas secara optimal akan dievaluasi dan dapat diganti.

“Nah, kalaupun ini tidak disengaja, tapi menyebabkan kecelakaan atau hal-hal yang fatal, tentu pihak pengelola dapur SPPG ini juga harus dimintai pertanggungjawaban,” tandasnya.

Dua kasus tersebut menimbulkan perhatian publik terhadap proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan MBG. Pengawasan terhadap penyedia makanan dinilai perlu diperketat agar kejadian serupa tidak kembali menimpa para penerima manfaat program. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic