
ThePhrase.id - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengambil langkah untuk membantu warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran besar di wilayah permukiman Sabah, Malaysia, pada Minggu (19/4).
Melansir Antara, Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan dan memberikan pendampingan kepada para korban.
“Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan dalam penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia,” kata Heni saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, (20/4).
Menurutnya, selain warga Malaysia, sebagian besar penghuni kawasan yang terbakar merupakan WNI yang menikah dengan warga setempat serta warga negara Filipina. Namun, jumlah pasti WNI yang terdampak masih dalam proses pendataan.
Kemlu bersama KJRI Kota Kinabalu juga melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memperoleh data akurat sekaligus membantu penanganan pengungsi dan distribusi bantuan. Berdasarkan pemantauan, para korban telah ditempatkan di lokasi penampungan sementara dan mendapat penanganan dari otoritas setempat.
Selain itu, KJRI Kota Kinabalu menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan serta pendataan seluruh WNI terdampak.
Kemlu juga mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut agar tetap tenang dan menunggu informasi resmi, mengingat proses pendataan masih berlangsung.
Diketahui, kebakaran besar terjadi di permukiman terapung Kampung Bahagia, Sandakan. Lebih dari 9.000 warga dilaporkan terdampak, dengan sekitar 1.000 dari 1.200 rumah hangus terbakar. Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari waktu setempat dan kawasan tersebut ditetapkan sebagai daerah bencana pada pukul 04.00.
Pihak kepolisian setempat menyatakan belum menerima laporan korban jiwa, meski kemungkinan terdapat korban luka saat warga berupaya menyelamatkan harta benda. [nadira]