regional

Kebun Raya Mangrove Surabaya sebagai Pusat Konservasi dan Penelitian

Penulis Ashila Syifaa
Aug 22, 2023
Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: bappedalitbang.surabaya.go.id)
Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: bappedalitbang.surabaya.go.id)

ThePhrase.id - Kini Indonesia sudah memiliki Kebun Raya Mangrove pertama di Kota Surabaya dengan kawasan seluas 27 hektar. Kebun yang sudah tak asing lagi bagi warga Surabaya diusulkan oleh Pemerintah Kota Surabaya ketika dipimpin Tri Rismaharini pada 2017 sebagai Kebun Raya Mangrove.

Kebun raya tersebut menjadi yang pertama di Indonesia yang dikhususkan sebagai kawasan pelestarian mangrove. Kehadirannya menambah jumlah kebun raya yang terdapat di Tanah Air menjadi 46 lokasi yang dikelola oleh BRIN, pemerintah provinsi, maupun pemerintah kabupaten/kota. 

Kebun Raya Mangrove Surabaya meliputi tiga lokasi yaitu Mangrove Wonorejo, Mangrove Medokan Sawah, serta Mangrove Gunung Anyar. Peresmian kawasan ini menjadi kebun raya telah dilakukan bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli lalu.

Kebun Raya Mangrove Surabaya  sebagai Pusat Konservasi dan Penelitian
Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: bappedalitbang.surabaya.go.id)

Saat ini, pemerintah sedang berfokus pada rehabilitasi kawasan mangrove di tutupan yang jarang dan juga untuk mengidentifikasi sebarannya. Seperti dalam kawasan hutan ataupun luar hutan. Terutama Indonesia sebagai negara kepulauan yang dua pertiga wilayahnya merupakan perairan.

Hal tersebut karena, mangrove merupakan benteng alam terbaik pesisir karena berada di daerah pasang surut air laut. Selain itu, hutan mangrove dapat menjadi potensi sumber daya laut di Indonesia sebagai fungsi ekologis dan ekonomis.

Fungsi ekologis sebagai habitat binatang laut untuk berlindung, mencari makan, dan berkembang biak, serta mencegah abrasi air laut, meminimalkan dampak tsunami, menekan polusi, hingga menambah kadar oksigen.

Sedangkan, fungsi ekonominya berupa pemanfaatan kayu pepohonan sebagai bahan kayu bakar, bahan pembuat arang dan bisa menjadi bahan pembuat kertas. 

Kebun Raya Mangrove Surabaya  sebagai Pusat Konservasi dan Penelitian
Kebun Raya Mangrove Surabaya. (Foto: bappedalitbang.surabaya.go.id)

Kebun Raya Mangrove Surabaya dijadikan pusat konservasi bakau terpadu untuk keperluan penelitian. Sebanyak 57 jenis mangrove telah ditanam di kawasan tersebut. BRIN juga menyiapkan pemanfaatan biodiversitas sebagai tanaman obat dan produk pangan berbasis teknologi canggih.

Tak hanya sebagai pusat konservasi dan penelitian saja, kawasan tersebut juga menjadi objek wisata edukasi mangrove yang dilengkapi dengan fasilitas bagi pengunjung. Untuk kenyamanan pengunjung telah disediakan kanopi atau jalan selebar 1 meter terbuat dari papan dan bambu yang membelah hutan mangrove. Terdapat juga menara pandang setinggi 12 meter, dermaga perahu, dan arena piknik. 

Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati wisata perahu untuk menyusuri sungai sepanjang 5,4 kilometer sambil menikmati kekayaan alam dan pesona hutan tersebut. Selain pohon mangrove terdapat juga 28 jenis burung yang menjadikan kawasan tersebut habitatnya. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic