
Thephrase.id - Pengadilan arbitrase olahraga internasional atau Court of Arbitration for Sport (CAS) secara resmi mengabulkan permohonan penangguhan eksekusi hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA terhadap tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia.
Keputusan krusial ini diambil setelah adanya pengajuan keberatan dari pihak pemain terkait sanksi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama satu tahun akibat dugaan pelanggaran administratif.
Federasi Sepak Bola Malaysia atau Football Association of Malaysia (FAM) membenarkan adanya putusan terbaru dari pengadilan yang berbasis di Swiss tersebut.
"Keputusan ini berarti sanksi larangan 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang dijatuhkan FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya tersebut ditangguhkan untuk sementara," tulis FAM.
Melalui rilis yang sama, organisasi induk sepak bola Malaysia tersebut menegaskan bahwa para pemain yang bersangkutan kini memiliki hak penuh untuk kembali menjalankan profesi mereka di lapangan hijau.
"Mereka diizinkan untuk melanjutkan karier mereka dan terlibat dalam aktivitas terkait sepak bola apa pun sampai keputusan akhir atas banding di CAS ditetapkan," kata FAM melanjutkan.
Daftar tujuh pemain yang mendapatkan keringanan sementara tersebut mencakup nama-nama pilar naturalisasi yakni Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Sebelum adanya intervensi dari CAS, FIFA telah menetapkan hukuman berat berupa larangan bermain selama 12 bulan kepada tujuh penggawa tersebut karena adanya indikasi kuat terkait pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi.
Selain menyasar para pemain secara personal, FIFA juga telah memberikan tekanan finansial kepada FAM dengan menjatuhkan sanksi denda yang mencapai angka sekitar Rp7,3 miliar sebagai bentuk pertanggungjawaban federasi.

Otoritas sepak bola dunia tersebut bahkan memperluas hukuman dengan membatalkan hasil dari tiga pertandingan internasional Malaysia, sehingga skuat Harimau Malaya dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3 dari Singapura, Palestina, dan Tanjung Verde.
Situasi kompetitif Malaysia di kancah regional juga sempat terancam karena kemenangan mereka atas Timnas Nepal dan Timnas Vietnam pada Kualifikasi Piala Asia 2027 berada dalam risiko pembatalan akibat penggunaan tujuh pemain yang bermasalah tersebut.
FAM mengonfirmasi bahwa status hukum saat ini memberikan ruang bagi Facundo Garces dan rekan-rekannya untuk tetap memperkuat Timnas Malaysia maupun klub masing-masing hingga adanya putusan final yang bersifat mengikat.
Penerimaan permohonan penangguhan pelaksanaan atau Stay of Execution ini menjadi babak baru dalam sengketa hukum antara FAM dan FIFA yang telah menyita perhatian publik sepak bola Asia Tenggara.
Seluruh elemen sepak bola di Malaysia kini tengah menunggu proses persidangan lanjutan di CAS yang akan menentukan nasib jangka panjang ketujuh pemain naturalisasi tersebut di masa depan. (Rudi P)