education

Kemendikdasmen Hadirkan Simulasi Langsung Kebijakan Pendidikan, dari TKA hingga Kelas Digital

Penulis Firda Ayu
Feb 10, 2026
Ilustrasi simulasi yang dilakukan oleh Kemendikdasmen (Foto: https://kemendikdasmen.go.id/)
Ilustrasi simulasi yang dilakukan oleh Kemendikdasmen (Foto: https://kemendikdasmen.go.id/)

ThePhrase.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan terobosan baru berupa simulasi langsung kebijakan pendidikan yang dapat diakses dan dicoba oleh para pemangku kepentingan pendidikan.

Pendekatan itu diperkenalkan dalam Pameran Pendidikan pada rangkaian Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 yang berlangsung pada 9-11 Februari 2026, di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM).

Mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, pameran ini menghadirkan 24 stan dan gerai layanan terpadu, serta melibatkan 900 peserta dari seluruh Indonesia.

Tak hanya menampilkan capaian, pameran ini juga menjadi ruang pembelajaran kebijakan yang konkret dan partisipatif. 

“Yang baik perlu ditunjukkan, tetapi yang lebih penting adalah dapat dicoba langsung oleh para pemangku kepentingan pendidikan,” ujar Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, melalui keterangan tertulis, Selasa (10/2).

Salah satu daya tarik utama pameran adalah dua simulasi kebijakan pendidikan yang dapat diakses dan dicoba langsung oleh peserta. 

Simulasi pertama adalah Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Melalui platform Ayo Coba TKA, peserta dapat merasakan langsung gambaran asesmen yang rencananya dilaksanakan pada April 2026. 

Simulasi ini menampilkan beragam tipe soal, termasuk pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, serta memberikan gambaran teknis pelaksanaan asesmen. Salah satu peserta simulasi, Umi Kulsum dari Balai Bahasa Provinsi Riau, mengapresiasi pendekatan ini karena memberikan pemahaman yang nyata mengenai tujuan dan fungsi TKA.

Simulasi kedua tak kalah menarik. Direktorat SMP menghadirkan Digitalisasi Pembelajaran di Kelas dengan merekonstruksi ruang kelas lengkap dengan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Selama 45 menit, pengunjung dapat menyaksikan praktik pembelajaran modern yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya, serta evaluasi berbasis gim interaktif.

Guru SMP Negeri 5 Cilegon, Nia Hanifah, menjelaskan bahwa teknologi berfungsi sebagai penguat peran guru.

“IFP bukan faktor utama. Guru tetap kunci pembelajaran. Namun dengan kreativitas guru dan dukungan platform pemerintah, pembelajaran bisa menjadi jauh lebih bermakna,” ujarnya.

Simulasi ini juga memperkenalkan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial melalui Blockly Games untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik.

Selain dua simulasi kebijakan, pameran turut menghadirkan tiga gerai layanan terpadu, yakni Unit Layanan Terpadu (ULT), Layanan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), serta layanan informasi Sekolah Unggul Garuda. Ketiganya menjadi tempat konsultasi langsung bagi peserta dari daerah.

ULT membuka kanal pengaduan dan konsultasi langsung kepada pemangku kepentingan, sementara layanan GTK dipadati pengunjung yang menanyakan seputar Pendidikan Profesi Guru (PPG), status guru P3K, peningkatan kualifikasi akademik, hingga isu guru paruh waktu. Di sisi lain, informasi Sekolah Unggul Garuda dinilai relevan bagi komunitas daerah. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic