
ThePhrase.id - Kementerian Haji melalui Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) menjajaki kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam upaya mendukung penyelenggaraan ibadah haji, khususnya pada aspek transportasi domestik dan logistik jamaah.
Penjajakan ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Selasa (31/3/2026), yang membahas potensi integrasi layanan perkeretaapian untuk mendukung mobilisasi jamaah antara daerah asal dan embarkasi, sekaligus penguatan sistem logistik haji yang lebih efisien dan terintegrasi, demikian dilansir dari situs Kementerian Haji dan Umrah RI, Rabu (1/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, KAI menawarkan skema transportasi berbasis kereta api untuk mengangkut jamaah dengan lebih tertib. Skema ini dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memberikan kepastian jadwal keberangkatan maupun kepulangan.
Selain transportasi jamaah, kerja sama juga diarahkan pada penguatan layanan logistik. Melalui anak usahanya, PT Kereta Api Logistik, KAI memiliki layanan logistik terintegrasi yang berpotensi digunakan untuk distribusi bagasi para jamaah dari daerah asal ke embarkasi, maupun sebaliknya.
Direktur Jenderal PE2HU, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan haji.
“Penguatan ekosistem ekonomi haji tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlu sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor transportasi dan logistik, agar layanan kepada jamaah semakin optimal, terintegrasi, dan berorientasi pada kenyamanan,” imbuh Jaenal.
Ia menambahkan, pemanfaatan moda transportasi kereta api berpotensi menjadi solusi dalam mendukung mobilisasi jamaah yang lebih tertib dan efisien.
Di saat yang sama, Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penguatan layanan logistik haji, khususnya dalam penanganan bagasi jamaah secara terintegrasi.
"KAl Logistik memiliki kapabilitas dalam menyediakan layanan logistik yang menyeluruh, termasuk penanganan bagasi jamaah haji. Kami siap mendukung kebutuhan distribusi logistik secara lebih tertata dan efisien, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi jamaah," ujar Aniek.
Dari sisi operasional, KAI menekankan komitmennya terhadap aspek keselamatan dan ketepatan waktu perjalanan. Moda transportasi kereta api dinilai memiliki keunggulan dalam hal keteraturan jadwal serta kepastian waktu tempuh, sehingga dapat mendukung kelancaran pergerakan jemaah menuju embarkasi.
Langkah ini menandai upaya Kemenhaj dalam memperkuat sistem layanan haji yang lebih terintegrasi, efisien, dan berorientasi pada kenyamanan jamaah. (Z. Ibrahim)