trending

Kemenhub Pastikan Penerbangan Internasional Tetap Berjalan di Tengah Situasi Timur Tengah

Penulis Ashila Syifaa
Mar 18, 2026
Arsip-Pesawat terbang lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)
Arsip-Pesawat terbang lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. (Foto: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

ThePhrase.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menegaskan bahwa operasional penerbangan internasional tetap berjalan normal di tengah dinamika situasi di kawasan Timur Tengah. 

Hal ini menanggapi kabar yang beredar di masyarakat pada Selasa (17/3) soal penerbangan internasional dihentikan sementara imbas perang AS-Israel vs Iran yang sudah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa berita tersebut tidak benar.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan operasional penerbangan secara intensif. Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan penanganan penumpang tetap berjalan dengan baik, aman, dan terkoordinasi.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus memantau secara intensif perkembangan operasional penerbangan internasional yang terdampak dinamika situasi di kawasan Timur Tengah, serta memastikan penanganan penumpang berjalan dengan baik, aman, dan terkoordinasi,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3).

Hingga 17 Maret 2026 pukul 10.30 WIB, tercatat masih ada dua pesawat yang berstatus tertahan (stranded) di Indonesia. Masing-masing berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, yang dioperasikan oleh Qatar Airways.

Seiring dibukanya kembali wilayah udara Uni Emirat Arab, sejumlah maskapai mulai mengoperasikan penerbangan secara terbatas. 

Emirates, misalnya, telah melayani rute dari dan menuju Jakarta serta Denpasar, meski sempat mengalami kendala akibat gangguan fasilitas fuel farm di Bandara Dubai pada 16 Maret 2026 yang berdampak pada keterlambatan dan penyesuaian jadwal.

Penanganan penumpang terdampak terus dilakukan, termasuk pemulangan penumpang yang tertahan secara bertahap. Etihad Airways juga telah mengoperasikan penerbangan terbatas dan berencana meningkatkan frekuensi penerbangan, khususnya untuk rute Jakarta dan Denpasar menuju Abu Dhabi.

Sementara itu, Qatar Airways telah menjalankan penerbangan repatriasi sejak 8 Maret 2026 dan secara bertahap kembali membuka layanan dari Jakarta. Penanganan penumpang, termasuk jemaah umrah, dilakukan melalui skema pengembalian dana, penjadwalan ulang, maupun pengalihan ke maskapai lain. Per 16 Maret 2026, tidak ada lagi penumpang Qatar Airways yang tertahan di Jeddah.

Di sisi lain, maskapai yang melayani penerbangan langsung ke Arab Saudi seperti Saudi Arabian Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan Flyadeal tetap beroperasi normal dan tidak terdampak situasi.

Selain itu, penerbangan tidak langsung melalui negara ketiga yang dioperasikan berbagai maskapai internasional juga telah kembali berjalan normal dan siap memenuhi kebutuhan perjalanan penumpang.

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan serta memberikan perlindungan dan pelayanan optimal kepada penumpang. 

Dengan begitu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas terkait serta menyesuaikan rencana perjalanan dengan kondisi terbaru. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic