Kemenkes Laporkan 91 Kasus Dugaan Hepatitis Akut

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Sempat menghebohkan masyarakat beberapa bulan yang lalu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan update terkait hepatitis akut di Indonesia. Kemenkes mengatakan bahwa pihaknya telah mendeteksi 91 kasus di Indonesia.

Foto: Situasi Hepatitis (dok. Kemenkes)

Dari total temuan tersebut, sebanyak 35 berstatus probable (dugaan), 7 lainnya pending atau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, dan 49 discarded (disingkirkan) atau mengidap penyakit lain.

Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril dalam konferensi pers mengatakan kasus hepatitis akut tersebar di 22 provinsi. Selain itu, status pasien dari 35 probable dan tujuh pending paling banyak jenis kelamin laki-laki usia 0 sampai 5 tahun.

“Dari 22 provinsi itu, kasus terbanyak ada di DKI Jakarta dengan 12 kasus probable dan tiga kasus pending. Yogyakarta tiga kasus probable dan 0 kasus pending, serta Jawa Tengah dua kasus probable dan dua kasus pending,” kata Syahril, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/9).

Syahril mengungkapkan dari 35 probabel yang dilakukan pemeriksaan dan dikaji oleh komite ahli telah diketahui bahwa patogen paling banyak ditemukan pada pasien adalah EBV (6 dari 29 pasien diperiksa lalu diikuti CMV dan Torque Teno virus (5 dari 29 pasien diperiksa).

Berdasarkan hasil PCR dan metagenomik, 5 dari 29 pasien probable terdeteksi virus dari famili herpesviridae (CMV, HSV1, HHV-6A, HHV1, EBV). Gambaran gejala klinis 35 kasus probable itu terbanyak adalah demam, kuning, mual, muntah dan hilang nafsu makan.

Ia juga mengungkap bahwa 11 orang atau 26 persen dinyatakan meninggal dan 22 orang atau 52,3 persen sembuh.

Kemenkes juga mengungkap bahwa pihaknya telah menunjuk 33 laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk memeriksa seluruh rujukan sampel untuk pasien-pasien di Indonesia yang diduga hepatitis.

“Kapasitas laboratorium telah ditambah dan sudah ada 33 laboratorium yang semula ada  dua lab. Sudah dilakukan pelatihan dan sudah melakukan pemeriksaan-pemeriksaan,” ungkap Syahril.

Melansir infopublik.id, Dokter Spesialis Kesehatan Anak, Hanifah Oswari mengungkap meski sudah tidak sebanyak pada awal kasus, kasus hepatitis ini masih ada. Sehingga masyarakat tetap harus waspada.

“Meskipun tidak banyak tetapi kasusnya masih ada. Itu yang perlu kita perhatikan, perlu tetap waspada tetapi tingkat kewaspadaannya tidak seperti yang di awal-awal,” ucap Hanifah. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you