Kemenkes Minta Semua Pihak Waspada, Campak Bisa Serang Orang Dewasa

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia meminta semua pihak untuk waspada termasuk orang dewasa akan penularan campak pasca penetapan 55 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 12 provinsi sepanjang tahun 2022.

Foto: freepik.com

Pasalnya, meski kasus campak biasanya didominasi oleh anak-anak, penyakit tersebut mudah menular dan juga bisa menyerang orang dewasa.

“Semua umur harus waspada. Dewasa juga bisa terserang, tapi paling banyak pada anak usia kurang dari 5 tahun,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari Kompas.com, Jumat (20/1).

Bentuk kewaspadaan yang bisa dilakukan orang dewasa adalah untuk menghindari anak-anak maupun orang dewasa lain yang telah tertular campak lebih dahulu. Pasalnya, campak dapat menyebar lewat angin dan droplet.

Orang yang terjangkit campak dapat menularkan penyakitnya sejak 4 hari sebelum ruam merah muncul di kulit. Bahkan, setelah 4 hari ruam merah muncul. Penderita campak juga masih bisa menularkan penyakit tersebut. Virus campak juga bisa bertahan di udara dan menempel pada benda-benda selama kurang lebih 2 jam.

Kendati begitu, penyakit ini bisa dieliminasi melalui akselerasi vaksin campak dan rubella yang dimulai sejak balita. “Kalau sudah lengkap imun anak-anak, maka akan ada kekebalan kelompok. Jadi tidak ada sumber penularan,” tutur Nadia.

Keadaan di Indonesia 2 tahun terakhir atau hampir 3 tahun sejak terdampak dari pandemi COVID-19 membuat implikasi yang tidak baik terhadap cakupan imunisasi. Cakupan imunisasi terlihat turun secara signifikan karena pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak anak tidak diimunisasi.

Gejala Campak

Campak memiliki gejala yang mirip dengan flu, seperti demam, nyeri otot, pusing pilek, batuk, hingga tubuh yang merasa lemas. Namun ciri khas penyakit campak adalah ruam merah di seluruh tubuh. Berikut beberapa gejala yang bisa dirasakan bagi mereka yang menderita campak:

  • Tubuh terasa lemas.
  • Mata merah.
  • Demam tinggi.
  • Sakit dan nyeri otot.
  • Nafsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Ruam merah pada sekujur tubuh.
  • Bercak putih keabu-abuan pada membran mukosa, seperti mulut dan tenggorokan.
Pengobatan Campak

Penyakit campak pada dasarnya tidak membutuhkan penanganan khusus. Ini karena campak bisa sembuh dengan sendirinya melalui sistem imun tubuh. Namun sebaiknya orang yang menderita campak tetap ditangani agar meringankan gejala serta mencegah terjadinya komplikasi.

Berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan terhadap pasien campak:

  • Penderita campak diisolasi dalam satu ruangan agar tidak menularkan penyakit.
  • Istirahat yang cukup dan hindari melakukan aktivitas berat.
  • Perbanyak mengkonsumsi air putih.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang
  • Mengonsumsi obat antinyeri atau penurun demam yang diresepkan oleh dokter.
  • Mengonsumsi suplemen vitamin A yang diresepkan oleh dokter.

[nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you