ThePhrase.id – Tak hanya membawa perubahan karier, pemutusan hubungan kerja juga berdampak terhadap kondisi keuangan. Di tengah masa transisi tersebut, uang pesangon sering kali menjadi penopang utama untuk memenuhi kebutuhan hidup hingga mendapatkan pekerjaan baru.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahu cara mengelola uang tersebut dengan bijak agar tidak cepat habis dan dapat bertahan hingga mendapatkan pekerjaan terbaru. Lantas, bagaimana cara mengelola uang pesangon dengan bijak?
Simak tipsnya berikut ini.
Menerima dana dalam jumlah besar sering kali memicu keinginan untuk berbelanja atau mengambil keputusan finansial secara spontan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya beri waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk menenangkan diri, mengevaluasi kondisi keuangan, dan menyusun rencana penggunaan dana berdasarkan kebutuhan prioritas.
Selain pesangon, cek juga tabungan, investasi, logam mulia, atau aset lain yang mudah dicairkan. Jika memenuhi syarat, manfaatkan hak lain seperti saldo Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), atau dana pensiun. Dengan mengetahui seluruh sumber dana yang tersedia, kamu dapat memperkirakan berapa lama kondisi keuangan bisa bertahan.
Catat seluruh pengeluaran rutin, mulai dari biaya makan, transportasi, listrik, air, tempat tinggal, hingga cicilan. Jangan lupa memasukkan pengeluaran besar yang akan datang, seperti biaya pendidikan anak atau pajak kendaraan. Kurangi sementara pengeluaran yang bersifat konsumtif agar uang pesangon dapat mencukupi kebutuhan selama beberapa bulan ke depan.
Apabila masih memiliki cicilan bulanan, seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), atau pinjaman online, prioritaskan untuk melunasi utang dengan bunga tertinggi. Namun, jika kondisi keuangan belum memungkinkan, pertimbangkan mengajukan restrukturisasi atau keringanan cicilan kepada pihak kreditur agar beban keuangan lebih ringan.
Kamu juga dapat memisahkan sebagian uang pesangon ke instrumen yang relatif aman, seperti deposito, tabungan berjangka, atau reksa dana pasar uang. Selain itu, bangun dana darurat yang idealnya setara tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan bagi lajang atau enam hingga dua belas kali pengeluaran bagi yang sudah berkeluarga.
Di tengah masa transisi pekerjaan, pastikan untuk tetap menyiapkan dana kesehatan sebagai antisipasi terhadap risiko kesehatan tak terduga. Pastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif dan evaluasi apakah asuransi lain masih perlu dipertahankan sesuai kondisi keuangan.
Di tengah masa pencarian pekerjaan baru, kamu juga bisa memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kompetensi. Ikuti pelatihan, kursus, atau sertifikasi yang relevan dengan bidang pekerjaan maupun rencana usaha, kamu juga dapat memanfaatkan program pelatihan gratis dari BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, cari peluang penghasilan tambahan sesuai keahlian yang dimiliki, seperti menjadi translator bahasa asing maupun berjualan online.
Tak hanya sekadar kompensasi setelah berakhirnya hubungan kerja, uang pesangon juga dapat menjadi modal sebelum kamu menemukan sumber penghasilan baru. Oleh karena itu, penting untuk mengelola dana pesangon dengan baik agar dapat menjadi penyangga keuangan hingga memperoleh sumber penghasilan yang lebih stabil.
Tags Terkait