
ThePhrase.id - Tren bahan aktif dalam dunia skincare terus berkembang. Setelah lama didominasi hyaluronic acid, glycolic acid, dan salicylic acid, kini muncul bahan baru yang mulai menarik perhatian, yaitu mevalonic acid. Bahan ini disebut memiliki potensi untuk memperkuat skin barrier sekaligus menjaga hidrasi kulit secara alami.
Mevalonic acid merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh melalui jalur mevalonate pathway. Jalur ini berperan dalam pembentukan lipid, kolesterol, serta molekul penting seperti CoQ10 dan squalene yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan kulit.
Potensi mevalonic acid dalam skincare semakin dilirik karena kemampuannya memperkuat skin barrier. Melansir Indozone, senyawa ini membantu produksi lipid alami seperti kolesterol, ceramide, dan asam lemak yang penting untuk menjaga lapisan pelindung kulit. Hasilnya, kulit dapat terasa lebih lembap, elastis, dan tidak mudah mengalami iritasi.
Sejumlah ahli juga menilai bahan ini memiliki manfaat tambahan, mulai dari meningkatkan hidrasi, memperbaiki tekstur, hingga mendukung elastisitas kulit. Mengutip Women's Health, mevalonic acid berperan dalam produksi kolesterol kulit yang membantu memperkuat barrier serta mengurangi kehilangan air dari permukaan kulit, sehingga kelembapan dapat bertahan lebih lama.
Berbeda dengan beberapa jenis acid yang bekerja melalui eksfoliasi, mevalonic acid cenderung mendukung proses alami kulit. Karena itu, bahan ini dapat digunakan sebagai pelengkap dalam rutinitas skincare, baik dalam bentuk serum maupun pelembap. Beberapa ahli menyarankan penggunaan satu hingga dua kali sehari untuk membantu memperbaiki skin barrier dan menjaga hidrasi.
Mevalonic acid juga dinilai cocok dipadukan dengan kandungan lain seperti ceramide, hyaluronic acid, atau niacinamide untuk meningkatkan efek hidrasi dan memperkuat lapisan pelindung kulit. Cara kerjanya yang lembut membuat bahan ini relatif aman untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
Meski penelitian mengenai mevalonic acid masih terus berkembang, potensinya dalam mendukung kesehatan kulit cukup menjanjikan. Dengan fokus pada perbaikan skin barrier dan hidrasi jangka panjang, bahan ini menjadi bagian dari tren skincare yang lebih menekankan kesehatan kulit dari dalam, bukan sekadar hasil instan. [nadira]