Kenali 6 Geopark Indonesia yang Diakui Dunia

- Advertisment -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Indonesia memiliki 6 geopark yang telah diakui dunia sebagai warisan geologi yang harus dijaga agar tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang. Warisan geopark in bukan hanya dijaga dari sisi keindahan alamnya namun juga nilai-nilai penting yang ada di dalamnya termasuk nilai keilmuan, budaya dan pendidikan.

Tak hanya menjadi destinasi wisata, geopark juga menjadi situs yang memiliki kekayaan yang melimpah untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Saat ini, indonesia sudah memiliki 6 Geopark yang diakui oleh UNESCO dan 13 kawasan taman bumi. Indonesia bahkan masih memiliki 110 situs yang berpotensi untuk menjadi lokasi kawasan geologi.

- Advertisement -

Itje Chodijah Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan taman bumi karena merupakan negara yang memiliki banyak keragaman mulai dari geologi, budaya dan biologinya.

Pemerintah berencana mengembangkan 12 taman bumi hingga tahun 2040. Taman Bumi yang akan dikembangkan termasuk cagar biosfer dan warisan dunia yang pengelolaannya akan memperhatikan tiga keragaman alam yaitu, keragaman geologi (geodiversity), hayati (biodiversity), dan budaya (cultural diversity).

Berikut 6  geopark yang sudah diakui oleh UNESCO:

  1. Geopark Batur

Geopark Indonesia
Geopark Batur. (Foto: baturglobalgeopark)

- Advertisement -

Pertama kali diakui oleh UNESCO pada tahun 2015. Geopark Batur terletak di Bali, Kecamatan Kintamani. Situs tersebut termasuk dalam geopark karena keindahannya merupakan hasil dari letusan gunung berapi yang membentuk kaldera ganda dan danau purba.

Selain keunikan kaldera yang berbentuk bulan sabit, keragaman budaya juga merupakan salah satu alasan kenapa Batur menjadi geopark ini terlihat dari keragaman benda peninggalan budaya khas Bali.

Selain itu, gunung Batur yang masih aktif itu menjadi sumber daya bagi masyarakat sekitarnya karena menghasilkan berbagai bebatuan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan masyarakat dalam pembangunan.

2. Geopark Gunung Sewu

Geopark Gunung Sewu. (Foto: unesco)

Geopark Gunung Sewu merupakan perbukitan yang terletak antara Yogyakarta dan Pacitan, ditetapkan sebagai geopark pada 2015. Gunung yang membentang di kabupaten Gunungkidul, Wonogiri, dan Pacitan ini memiliki kekayaan sejarah arkologis yang meninggalkan berbagai macam peninggalan budaya paleolitikum-neolitikum.

Kekayaan arkeologisnya bisa ditemukan di kawasan Gunung Kidul yang kebanyakan merupakan fosil biota laut. Dari situ dapat diketahui bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan gunung di bawah permukaan laut sekitar 40 meter.

3. Geopark Ciletuh

Geopark Ciletuh (Foto: Indonesia.go.id)

Terletak di Sukabumi, Jawa Barat, Geopark Ciletuh tak hanya sebagai tempat wisata. Geopark yang diakui UNESCO pada tahun 2018 ini juga menjadi penopang ekonomi masyarakat dengan keindahan pemandangan bebatuan unik dan pantai dengan ombak yang menarik bagi peselancar.

Keunikannya juga bisa dilihat dari keragaman biologi, geologi serta budayanya, di mana bisa ditemukannya berbagai macam area konservasi seperti konservasi kura-kura dan Taman National Halimun Salak. Dari segi budayanya juga dapat ditemukan keragaman budaya mulai dari peninggalan masa Megalitik.

4. Geopark Gunung Rinjani

Gunung Rinjani. (Foto: rinjani national park)

Gunung Rinjani yang memenuhi setengah dari pulau Lombok bagian timur merupakan geopark yang memiliki kombinasi lengkap, mulai dari keindahan alamnya hingga keanekaragaman hayati, fenomena kegunungapian, keragaman budaya masyarakat di dalamnya serta keragaman flora dan fauna.

Geopark tersebut juga termasuk sebagai zona inti dari area cagar Biosfer Lombok yang menjadikan situs itu penting untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan, konservasi dan kajian ilmiah.

5. Geopark Danau Toba

Danau Toba. (Foto: kementrian luar negri)

Geopark Danau Toba memiliki keunikan akan keragaman hayati dan budaya serta pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisatanya yang menjadikan Danau Toba sebagai geopark.

Geologinya juga unik karena Kaldera Toba adalah salah satu kaldera terbesar yang terbentuk karena volcano-tectonic explosive. Selain itu, kawasan tersebut memiliki tanaman Andaliman yaitu tanaman endemik Toba yang mengandung antimikroba dan antioksidan

6. Geopark Belitung

Geopark Belitung. (Foto: kementrian luar negri)

Belitung baru saja masuk kedalam list UNESCO pada tahun 2021. Keunikannya terletak di batu-batuan besar di bibir pantai, hutan mangrove, pantai pasir putih dan eks rehabilitasi tambang timah yang dapat menarik wisatawan.

Selain keunikan pemandangan alamnya, geologi Belitung yang unik menyebabkan adanya keragaman flora dan fauna yang hanya ada di Belitung seperti ikan Hampala dan ikan Toman. Sedangkan untuk floranya sering kali digunakan oleh masyarakat Belitung dengan memanfaatkan tanaman herbal untuk kebutuhan tertentu.

UNESCO menyebut Belitung unik karena keberagaman lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik, serta evolusi bumi di Belitung.

Selain dapat menikmati keindahan alamnya, geopark juga menjadi destinasi untuk wisatawan memperlajari sejarah hingga fenomena alam yang ada di dalam situs-situs geopark tersebut. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you