Kenali Sejarah di Balik Motif Batik Trusmi Khas Cirebon

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Selain dikenal dengan batik Megamendungnya, Cirebon juga dikenal dengan motif batik Trusmi yang cantik. Pembuatan batik Trusmi ini berpusat di Kecamatan Plered yang terletak empat kilometer saja dari pusat Kota Cirebon, Jawa Barat.

Kehadiran batik Trusmi di Plered, menjadikan tempat ini mendapat julukan Kampung Batik Trusmi.

Warisan budaya Indonesia yang satu ini sudah ada sejak abad ke-14. Batik ini memiliki sejarahnya tersendiri seperti batik lainnya yang menggambarkan tradisi dan budaya daerahnya. Batik ini lahir dari sebuah daerah yang memiliki banyak tumbuh-tumbuhan. Pada waktu itu warga lokal menebang tumbuhan tersebut dan meninggalkannya.

Setelah ditinggalkan tumbuhan itu tumbuh kembali. Dari situ, karena fenomena tersebut tanah dan daerah tersebut di beri nama Trusmi yang merupakan singkatan dari kata terus bersemi.

Macam batik. (Foto: dok. Kemenparekraf)

Namun, awal mulanya lahir batik ini karena permintaan Sang Sultan Kraton pada warga Trusmi untuk membuatkan batik yang sama persis dengan yang dimiliki. Tetapi warga tidak diberikan contoh dan hanya diperlihatkan motifnya saja.

Karena keahlian warganya, mereka mampu untuk membuat batik yang sama persis dengan yang dimiliki oleh sultan. Saat membawakan kain batik kepada sultan, mereka meminta lembaran batik asli yang dimiliki sultan lalu dibungkus dengan bungkusan yang sama.

Sultan tersebut diminta untuk menentukan batik asli dan duplikat karya warga Trusmi. Sang Sultan kesulitan untuk membedakan keduanya. Dari saat itu warga Trusmi diakui oleh sultan atas kemampuannya membatik dengan kualitas yang baik.

Hingga saat ini, batik tersebut terus berkembang dan tidak hanya warga lokal saja yang dapat membuat batik tersebut namun juga warga dari daerah sekitar, seperti Gamel, Kaliwulu, Wotgali, dan Kalitengah yang turut berkontribusi.

Pembuatan Batik Trusmi

Batik Trusmi
Pembuatan Batik Trusmi. (Foto: dok. Kemenparekraf)

Pada awalnya bahan kain yang digunakan untuk membatik adalah kain mori, namun kini menggunakan bahan lainnya seperti sutera, poliester, rayon, dan bahan sintetis lainnya. Sementara motif batik dibuat dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus dan kuas untuk motif berukuran besar. Dalam proses batik ini dimulai dari warna yang lebih muda dan dilanjutkan untuk motif dengan warna yang lebih tua.

Batik ini memiliki beberapa jenis dan yang utama ada dua yaitu batik tulis dan batik cap. Tentunya untuk batik tulis proses keseluruhannya menggunakan tangan dan membutuhkan waktu sekitar 2-3 bulan. Karena proses dan pembuatan yang handmade harganya pun akan lebih mahal. Sedangkan untuk batik capnya menggunakan bahan tembaga bermotif yang dapat digunakan berkali-kali. Prosesnya hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari dan harganya pun lebih murah. [Syifaa]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you