sportLiga 1 Indonesia

Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Bisa Kolaps? Terungkap Perjanjian Lama yang Mengharuskannya Kembali ke PSIS

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 09, 2026
 Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta setelah mengakhiri kebersamaannya dengan klub Thailand, True Bangkok United, memunculkan pembahasan baru. (Foto: Instagram Pratama Arhan)
Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta setelah mengakhiri kebersamaannya dengan klub Thailand, True Bangkok United, memunculkan pembahasan baru. (Foto: Instagram Pratama Arhan)

ThePhrase.id - Kepindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta setelah mengakhiri kebersamaannya dengan klub Thailand, True Bangkok United, memunculkan pembahasan baru setelah mantan CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengungkap adanya kesepakatan tertulis yang pernah dibuat dengan Arhan saat meninggalkan klub pada awal 2022.

Yoyok menjelaskan bahwa PSIS saat itu memutuskan melepas Arhan ke klub Jepang, Tokyo Verdy, tanpa meminta biaya transfer meski bek asal Blora yang lahir pada 21 Desember 2001 tersebut masih memiliki ikatan kontrak bersama Mahesa Jenar.

"Hari ini saya akan menjawab pertanyaan dulur-dulur yang masuk melalui DM terkait perpindahan Pratama Arhan ke Persija Jakarta," tulis Yoyok dalam media sosialnya.

Menurut Yoyok, keputusan memberikan jalan bagi Arhan untuk berkarier di luar negeri disertai sebuah kesepakatan yang menyatakan bahwa pemain berusia 24 tahun tersebut harus kembali memperkuat PSIS apabila suatu saat memutuskan melanjutkan karier di Indonesia.

"Bahwa sejatinya antara saya dan Arhan memang ada perjanjian tertulis yang isinya menyebutkan bahwa Arhan boleh bebas berkarier ke luar negeri. Saya akan melepas dengan ikhlas tanpa kompensasi transfer satu rupiah pun. Dan nanti apabila kontraknya di luar negeri telah selesai dan bermaksud untuk berkarier kembali di Indonesia, Arhan wajib kembali ke PSIS Semarang," lanjut Yoyok.

Yoyok mengaku sebenarnya masih berharap Arhan kembali mengenakan seragam PSIS dan menyebut dokumen yang ditandatangani pada 21 Januari 2022 itu menjadi dasar kesepakatan kedua belah pihak, sekaligus menjadi bagian dari cerita awal kepindahan sang pemain ke Tokyo Verdy.

"Sebenarnya, dalam hati kecil saya, saya masih ingin Arhan membela PSIS Semarang kembali. Berikut saya tunjukkan surat perjanjian antara saya dengan Arhan yang ditandatangani pada 21 Januari 2022. Pada momen ini saya akan menceritakan secara singkat sejarah awal perpindahan Arhan dari PSIS ke Tokyo Verdy," kata Yoyok.

Ia juga mengenang situasi ketika Arhan tengah menjadi salah satu pemain yang paling diminati klub-klub Liga Indonesia setelah tampil bersama Timnas Indonesia, akan tetapi PSIS memilih untuk tidak melepas aset utamanya kepada sesama klub dalam negeri.

"Saat itu, Arhan telah menjelma menjadi bintang Timnas Indonesia di posisi bek kiri dan memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, fisik yang prima, kaki kiri, serta spesialis lemparan ke dalam yang membahayakan pertahanan lawan. Saat itu banyak tawaran transfer dari klub lokal. Namun, kami tidak akan melepasnya dengan harga berapa pun karena bagi PSIS, Arhan adalah andalan utama di sisi kiri dan Dewangga di sisi kanan," tutur Yoyok.

Yoyok mengatakan perubahan baru terjadi ketika Tokyo Verdy mengajukan ketertarikan melalui agen bernama Mr. Dusan hingga akhirnya kedua belah pihak bertemu di Jakarta untuk membahas dan menyepakati proses perpindahan Arhan ke klub Jepang tersebut.

"Namun, ada tawaran khusus dari Tokyo Verdy melalui agen, Mr. Dusan. Akhirnya, kami bertemu di Jakarta dan menyepakati beberapa poin kesepakatan untuk transfer Arhan," tegas Yoyok.

Yoyok menyebut ada tiga poin utama dalam gentleman's agreement tersebut, yakni PSIS bersedia melepas Arhan secara bebas transfer demi mendukung perkembangan kariernya di Liga Jepang dan sebagai bagian dari misi pembinaan pemain untuk kepentingan Timnas Indonesia, sementara Arhan berjanji akan kembali ke PSIS apabila suatu saat memutuskan bermain lagi di kompetisi Indonesia.

"Pertama, Arhan akan dilepas dengan skema bebas transfer apabila benar direkrut oleh Tokyo Verdy dan akan menjadi pemain pertama binaan PSIS Semarang yang berkarier di Liga Jepang. Kedua, mengapa kami melepasnya dengan status bebas transfer? Karena klub merasa Arhan akan terus berkembang di Liga Jepang," beber Yoyok.

"Kami melepasnya karena memiliki misi pembinaan untuk kemajuan Timnas Indonesia. Ketiga, ada kesepakatan gentleman's agreement antara Arhan dengan saya. Karena saya mendukung penuh karier Arhan tanpa meminta timbal balik berupa biaya transfer dan mendorong Arhan untuk berkarier di luar negeri, Arhan berjanji sesuai kesepakatan yang ditandatangani bahwa ia akan kembali ke PSIS apabila berkarier di Indonesia," imbuhnya.

Yoyok mengungkapkan seluruh kronologi tersebut agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah publik mengenai keputusan Pratama Arhan yang kini memilih bergabung dengan Persija.

"Demikian hal yang bisa saya jelaskan agar tidak terjadi kekeliruan di publik terkait perpindahan Arhan ke Persija Jakarta," tandas Yoyok. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic