
Thephrase.id - Kemenangan telak Timnas Kanada atas Timnas Qatar pada laga Grup B Piala Dunia 2026 di BC Place, Vancouver, Jumat, 18 Juni 2026, menyisakan cerita pahit setelah Ismael Kone harus meninggalkan lapangan akibat mengalami patah kaki.
Timnas Kanada menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 6-0, akan tetapi insiden yang melibatkan Assim Madibo membuat sukacita tersebut berubah menjadi kecemasan ketika Kone terkapar dan harus mendapatkan penanganan medis.
Cedera itu menimpa pemain berusia 24 tahun tersebut setelah menerima terjangan keras dari Madibo, memaksanya mengakhiri pertandingan lebih cepat dan menghadapi masa pemulihan yang diperkirakan tidak singkat.
"Allah tidak pernah mengecewakanku. Sepanjang hidupku, tidak pernah sekalipun. Jadi mengapa meragukan-Nya sekarang? Terlebih karena Dia mengetahui dan melihat segala sesuatu bahkan sebelum itu terjadi," tulis Kone.
"Dia memiliki rencana dan visi untuk kita semua. Perjuangan ini adalah ujian bagi imanku kepada-Nya dan bagi karakterku," lanjutnya.
"Dan sejujurnya, aku siap menghadapinya karena Allah tidak akan pernah memberikan tantangan yang tidak dapat kamu atasi, dan diuji adalah hadiah terbaik dari Tuhan," sambungnya.
Bagi Kone, cedera yang dialaminya bukan sekadar kemunduran dalam perjalanan karier sebagai pesepak bola profesional, melainkan sebuah babak kehidupan yang diyakininya mengandung pelajaran sekaligus kesempatan untuk memperkuat keyakinan dan membentuk karakter.
Ia juga mengaku merasakan besarnya dukungan yang datang dari banyak pihak sejak kabar cederanya menyebar, sesuatu yang menurutnya menjadi anugerah yang patut disyukuri.
"Cinta dan dukungan kalian benar-benar aku rasakan, dan sejujurnya aku sangat berterima kasih," ucap Kone.
"Kalian bahkan tidak bisa membayangkan betapa bersyukurnya aku kepada semua orang yang menghubungiku dan mendoakanku. Aku bersyukur kepada Tuhan karena tidak semua orang seberuntung ini," tegasnya.
Kone turut menyampaikan pesan khusus kepada rekan-rekannya di Timnas Kanada dengan nada hangat dan penuh keakraban, seraya menyebut ia kini akan beralih peran menjadi asisten pelatih dari pinggir lapangan selama menjalani pemulihan.
"Kepada saudara-saudaraku di Kanada, saat aku mengubah diriku menjadi asisten pelatih untuk mendukung kalian dari pinggir lapangan, aku ingin kalian tahu bahwa aku mencintai kalian sepenuh hati dan persaudaraan kita sangat berarti bagiku," kata Kone.
"Apa yang kalian lakukan kemarin akan selalu tinggal bersamaku. Aku akan segera kembali, dan kita akan terus menciptakan lebih banyak kenangan bersama," tandasnya.